Connect with us

News

Kemenpora Masuk 10 Besar Kementerian Terpopuler

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah pimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berhasil masuk dalam daftar 10 besar kementerian dengan tingkat popularitas tertinggi berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Cyrus Network.  Survei tersebut melibatkan 1.260 responden yang diwawancarai secara tatap muka di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026.

Pencapaian ini menempatkan Kemenpora di posisi kedelapan, menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap sektor kepemudaan dan olahraga di tanah air , serta kepercayaan dan apresiasi masyarakat terhadap kebijakan, program dan hasil kerja Kemenpora.

Survei Cyrus Network tersebut mengukur tingkat popularitas kementerian melalui berbagai indikator, termasuk persepsi publik terhadap kinerja, efektivitas komunikasi, serta dampak program yang dirasakan masyarakat.

Menpora Erick menyampaikan bahwa peningkatan popularitas ini merupakan refleksi dari kerja keras seluruh jajaran Kemenpora dalam menghadirkan program yang meningkatkan prestasi olahraga Indonesia dan pemberdayaan kepemudaan serta berdampak nyata kepada masyarakat.

“Masuknya Kemenpora ke dalam 10 besar kementerian terpopuler hasil survei cyrus network menjadi indikator bahwa kerja keras kami kami semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Namun yang lebih penting, meningkatnya popularitas ini sejalan dengan tumbuhnya kepercayaan dan apresiasi publik terhadap kerja-kerja kami,” ujar Menpora.

Lebih lanjut, Menpora menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program strategis.

“Popularitas bukanlah tujuan utama kami, melainkan konsekuensi dari kerja nyata yang dilakukan secara konsisten. Ketika kepercayaan publik meningkat, itu berarti masyarakat merasakan manfaat dari program yang kami jalankan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan akuntabilitas,” tambahnya.

Kemenpora berkomitmen untuk terus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan serta meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui program-program yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, dan menjadi tulang punggung dalam diplomasi olahraga.

Dalam daftar tersebut, posisi pertama ditempati oleh Kementerian Keuangan, disusul oleh Kementerian Agama di posisi kedua. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia berada di peringkat ketiga, diikuti oleh Sekretariat Kabinet di posisi keempat.

Badan Gizi Nasional menempati urutan kelima, kemudian Kementerian Pertanian di posisi keenam, serta Kementerian Kesehatan ketujuh. Kemenpora berada di posisi kedelapan, diikuti oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di urutan kesembilan, dan Kementerian Sosial di posisi kesepuluh.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Jelang TKA SD 2026, Wamendikdasmen Tekankan Kejujuran dan Asah Nalar Siswa

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar yang dijadwalkan pada 20 April 2026 terus dimatangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ujian ini tidak hanya difokuskan sebagai alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai sarana membangun integritas peserta didik.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau kesiapan siswa kelas VI di SD Kanisius Wonogiri, Rabu (15/4/2026).

“Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai yang diperoleh dengan kejujuran jauh lebih berharga dibanding nilai sempurna hasil kecurangan,” ujar Fajar di hadapan para siswa.

Menurut Fajar, TKA dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir logis dan pemahaman kontekstual, bukan sekadar hafalan. Soal berbentuk narasi atau cerita menjadi pendekatan utama agar siswa mampu memahami persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan pendidikan karakter dalam proses belajar.

Kepala sekolah, Eliut Nina, menyampaikan bahwa seluruh 26 siswa kelas VI siap mengikuti TKA. Sekolah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penambahan jam belajar dan optimalisasi laboratorium komputer untuk membiasakan siswa dengan sistem ujian berbasis digital.

“TKA memberi gambaran capaian belajar siswa, namun integritas tetap menjadi hal utama dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Guru kelas VI, Danang Prasetyo Wibowo, menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran kini lebih menitikberatkan pada pemahaman instruksi soal, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Dengan logika yang terasah, siswa tidak perlu bergantung pada perhitungan manual berlebihan,” jelasnya.

Nilai TKA memiliki peran strategis karena dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP melalui jalur prestasi.

Sejumlah siswa pun mengaku siap menghadapi ujian. Lintang, salah satu siswi, menyebut persiapannya telah mencapai 90 persen berkat latihan mandiri dari berbagai sumber daring.

“Sempat tegang, tapi saya siap. Latihan soal sangat membantu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Igo, siswa lainnya, yang rutin belajar dari buku dan latihan soal online.

Selain kesiapan akademik, Fajar juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Ia menekankan pentingnya asupan gizi untuk menjaga konsentrasi dan kesehatan siswa selama ujian.

Kunjungan juga diisi dengan sosialisasi anti-perundungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Melalui pelaksanaan TKA, pemerintah berharap dapat menghadirkan sistem evaluasi yang adil dan transparan, sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi.

Continue Reading

News

PHTC Presiden, Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun 3 Unit Sekolah di Jawa Timur

Mendikdasmen Abdul Mu’ti melaporkan 1.390 sekolah di Jawa Timur telah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dibangun dengan anggaran Rp917 miliar. Program digitalisasi pembelajaran juga menunjukkan capaian positif.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan melalui berbagai program prioritas nasional yang mencakup Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 pada Selasa (14/4) sebagai bagian dari upaya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Dalam arah kebijakan pembangunan pendidikan, Mendikdasmen menegaskan bahwa implementasi program prioritas nasional di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. “Program prioritas Bapak Presiden dan terlaksana dengan sangat baik di Jawa Timur. Untuk program revitalisasi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 miliar lebih. Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan alhamdulillah sudah terlaksana 100 persen,” ungkapnya.

Mendikdasmen menyampaikan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, baik dari sisi distribusi perangkat maupun pemanfaatannya. “Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 Interactive Flat Panel (IFP) dan semuanya sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.

Menteri Mu’ti juga memaparkan berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup perluasan akses bantuan pendidikan bagi peserta didik serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,062 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan secara nasional, serta melanjutkan program digitalisasi dengan penambahan tiga perangkat IFP per satuan pendidikan. Program PIP akan diperluas hingga jenjang TK serta menjangkau jutaan peserta didik di seluruh Indonesia. Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru, serta didukung program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.

Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas RI, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, dan Kartu Usaha Afirmatif serta program prioritas lainnya. “Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya proyek-proyek besar yang berdekatan nasional, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, Kartu Usaha Afirmatif, dan proyek-proyek lain yang sangat penting khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa strategi pembangunan daerah melalui program “Jatim Cerdas” difokuskan pada penguatan akses dan mutu pendidikan yang merata dan berkeadilan melalui pemerataan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pengajaran dan daya saing. Ia juga menegaskan capaian Jawa Timur di bidang pendidikan.

“Suksesnya program Jawa Timur ini karena sinergi dan kolaborasi semuanya, ini yang ketujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi diterima SNBP di perguruan tinggi negeri dengan rasio terima SNBP 27,20 persen. Baik jalur reguler maupun jalur KIP kuliah. Kita juga tertinggi ini ketujuh kali di antara semua provinsi di Indonesia. Harapan kita adalah bahwa kita menyiapkan berbagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas SDM terutama dari SMA, SMK, SLB,” jelas Khofifah.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf, menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD diarahkan pada penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rouf.

Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, bersama para pimpinan lembaga dan daerah. Kehadiran tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pusat dan daerah dalam memastikan program prioritas nasional berjalan terarah dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.

Continue Reading

News

Ketika Program Istana untuk Sekolah Jadi Inspirasi Generasi Penerus Bangsa

Lebih dari seribu siswa SMA Taruna Nusantara dan SMPN 39 Jakarta merasakan pengalaman inspiratif melalui program Istana untuk Sekolah. Mereka berbagi kesan mendalam tentang kunjungan ke Istana Kepresidenan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Program “Istana untuk Anak Sekolah” yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bagi para pelajar terus bergulir. Kamis (16/04/2026), program ini diikuti oleh lebih dari seribu siswa yang berasal dari SMA Taruna Nusantara serta SMPN 39 Jakarta.

Kesempatan mengenal lebih dekat mengenai sistem pemerintahan langsung di pusat pemerintahan serta melihat langsung tempat-tempat yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting kenegaraan dan pemerintahan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti dan menginspirasi para peserta “Istana untuk Sekolah”.

Salah satunya adalah Sami El Siraj, siswa SMA Taruna Nusantara asal Aceh, yang mengaku terinspirasi untuk memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa setelah melihat jejak perjalanan pemerintahan.

“Saya merasa sangat bangga telah diberikan kesempatan untuk berkeliling Istana, dan hal ini membuat kami para siswa SMA Taruna Nusantara mendapatkan inspirasi lebih, di mana berbagai kinerja pemerintahan yang bekerja untuk masyarakat,” ujar Sami.

Hal senada juga diungkapkan oleh Danela Maria Goriti Turot, siswa Taruna Nusantara asal Sorong, Papua Barat Daya. Danela mengatakan, pengalaman berkunjung ke Istana Kepresidenan serta pengarahan yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi motivasi dan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang tangguh, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.

“Setelah saya berkunjung di sini, saya berasa gedung ini menumbuhkan semangat jiwa saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ke depannya saya berusaha untuk menggapai cita-cita saya setingginya biar kemudiannya saya dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat bangsa negara Indonesia,” ujar Danela.

Sementara itu, M. Laksamana Lukmanul Hakim, siswa SMA Taruna Nusantara, mengaku terkesima melihat ruangan-ruangan penting yang ada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Saya sangat senang, saya amazed melihat tempat-tempat penting di mana pemerintah bekerja di sana. Saya senang sekali,” ujar pelajar asal Kepulauan Riau ini.

Cheryl, siswa SMA Taruna Nusantara lainnya, juga mengungkapkan kekagumannya atas ornamen-ornamen yang di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta yang dinilainya menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.

“Saya sangat terkagum dengan isi dari Istana Merdeka, karena walaupun sudah diisi dengan teknologi yang sangat canggih, tetapi tidak meninggalkan kesan dan ciri khas dari Nusantara itu sendiri. Tadi ada beberapa ornamen-ornamen Nusantara seperti patung wayang yang tadi saya lihat, dan itu unik dan menarik di mata saya, eyecatching,” ujar siswa kelahiran tanah Papua tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk Pak Presiden atas kesempatan yang sangat luar biasa bagi kami, dan sangat membanggakan ini, dan kami juga berterima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat,” imbuh Cheryl.

Tak hanya siswa SMA Taruna Nusantara, siswa SMPN 39 Jakarta juga merasakan pengalaman yang sangat berkesan saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya adalah Azhari, yang mengaku memiliki cita-cita untuk berkontribusi menguatkan peran Indonesia di kancah global.

“Dengan kemampuan bahasa yg saya miliki, saya bercita-cita menjadi diplomat,” ucap Azhari dengan lantang.

Rasa kagum juga diungkapkan Sayid Mardhatillah Akbar, yang mengungkapkan kesan mendalam akan keindahan dan kerapian interior Istana. Siswa SMPN 39 ini pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan berharap para pelajar dari sekolah lain dapat memiliki kesempatan yang sama dengannya.

“Pak Presiden terima kasih sudah mengajak kami ke sini, semoga nanti teman-teman kami di sekolah lain maupun di sekolah kami yang belum sempat ke sini bisa datang ke sini,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi Presiden ini.

Kesan mendalam akan Istana untuk Anak Sekolah juga dirasakan para pendidik yang turut mendampingi para siswa yang berkunjung ke Istana. Salah satunya Gabriel James Angkow, yang menyampaikan apresiasi atas program yang dinilainya sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kegiatan Istana untuk Anak Sekolah bagi saya dan bagi kami SMA Taruna Nusantara tentunya merupakan kesempatan yang sangat luar biasa. Dan tentu bukan hanya bagi kami, tapi sekolah-sekolah yang lain juga di mana Istana Kepresidenan juga membuka diri untuk bisa diperkenalkan secara luas,” ujar guru SMA Taruna Nusantara ini.

Gabriel menilai, program Istana untuk Sekolah menjadi pelengkap dari program lain yang dijalankan pemerintah di sektor pendidikan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.

“Saya juga melihatnya sebagai hal yang positif, di mana Bapak Presiden melalui kebijakan-kebijakannya lebih mengutamakan tentang hal-hal pendidikan, seperti merenovasi sekolah, memfasilitasi sekolah.”

Continue Reading

News

Pasokan Nafta Terganggu Harga Plastik Melonjak, Apa Bedanya dengan Minyak?

Lonjakan harga plastik di Indonesia disebabkan oleh gangguan pasokan nafta global. Pahami penyebabnya, dampak pada industri, serta perbedaan nafta dengan minyak bumi.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kelangkaan bahan baku plastik di Indonesia belakangan ini dipicu terganggunya pasokan nafta, komponen utama dalam industri petrokimia. Kondisi ini berdampak langsung pada lonjakan harga berbagai produk plastik di pasaran.

Gangguan pasokan terjadi seiring konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pemasok utama nafta dunia, termasuk bagi Indonesia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan ketergantungan Indonesia terhadap impor nafta masih sangat tinggi, dengan sekitar 60 persen pasokan berasal dari Timur Tengah.

“Gangguan ini bagian dari dampak perang. Kita sangat bergantung pada impor nafta, sehingga ketika pasokan terganggu, industri langsung terdampak,” ujarnya.

Dampak kelangkaan mulai terasa di tingkat pedagang. Harga kantong plastik di sejumlah pasar naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak. Sedotan plastik juga mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu, sementara plastik kemasan melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu.

Pelaku usaha bahkan melaporkan kenaikan harga bahan plastik mencapai 30 hingga 60 persen, bahkan dalam beberapa kasus meningkat hingga dua kali lipat akibat terbatasnya stok.

Kondisi ini turut mendorong naiknya biaya produksi di berbagai sektor, terutama industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

Secara sederhana, nafta merupakan produk turunan dari minyak bumi. Meski berkaitan erat, nafta dan minyak bukanlah hal yang sama.

Nafta dihasilkan melalui proses penyulingan minyak mentah, kemudian diolah kembali menjadi bahan kimia dasar seperti etilena dan propilena. Kedua zat ini menjadi komponen utama dalam pembuatan plastik, karet sintetis, dan berbagai produk industri lainnya.

Dalam industri, nafta ibarat bahan dasar utama. Tanpanya, proses produksi petrokimia tidak dapat berjalan.

Selain untuk plastik, nafta juga digunakan sebagai campuran bahan bakar, pelarut untuk cat dan tinta, serta bahan baku berbagai produk kimia. Sifatnya yang mudah menguap dan terbakar membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan industri.

Nafta sendiri terbagi dalam beberapa jenis, seperti nafta ringan yang umum digunakan untuk petrokimia, nafta berat untuk pelumas dan aspal, serta nafta aromatik untuk pelarut industri.

Ketergantungan tinggi terhadap impor, khususnya dari Timur Tengah, membuat pasokan nafta sangat rentan terhadap gangguan geopolitik. Tak hanya Indonesia, sejumlah negara lain juga mengalami tekanan serupa.

Beberapa produsen bahkan terpaksa menurunkan kapasitas produksi akibat keterbatasan bahan baku, yang semakin memperketat pasokan global.

Pemerintah Indonesia kini mulai mencari alternatif sumber impor untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus meredam kenaikan harga di pasar. Namun, selama pasokan global belum pulih, tekanan terhadap industri plastik diperkirakan masih akan berlanjut.

Continue Reading

News

AS Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran, Termasuk China?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih membeli minyak dari Iran, termasuk China yang selama ini menjadi pembeli terbesar.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa Washington siap memberlakukan sanksi sekunder terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi minyak Iran.

“Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, dan dana Iran berada di bank Anda, kami siap menerapkan sanksi sekunder,” ujarnya.

Langkah ini menyusul kebijakan blokade maritim terhadap Iran yang dimulai pada 13 April, setelah perundingan damai yang berlangsung di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

AS meyakini bahwa kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap ekspor minyak Iran, termasuk menghentikan pembelian oleh China yang selama ini menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Teheran.

Selain itu, Departemen Keuangan AS juga telah mengirimkan surat kepada sejumlah bank di China terkait potensi sanksi sekunder. Hingga kini, Kedutaan Besar China di AS belum memberikan tanggapan resmi.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menerapkan strategi “tekanan maksimum” terhadap Iran, terkait program nuklir dan dukungannya terhadap kelompok milisi di kawasan Timur Tengah.

Dalam kebijakan terbarunya, Departemen Keuangan AS juga menargetkan infrastruktur transportasi minyak Iran, serta menjatuhkan sanksi terhadap puluhan individu, perusahaan, dan kapal yang terlibat dalam distribusi minyak tersebut.

Langkah ini diambil hanya beberapa minggu setelah AS memberikan pengecualian sanksi selama 30 hari bagi minyak Iran yang berada di laut.

Menurut Bessent, pengecualian tersebut memungkinkan sekitar 140 juta barel minyak tetap masuk ke pasar global guna meredam tekanan pasokan energi akibat konflik yang sedang berlangsung.

Namun, pengecualian itu dipastikan akan berakhir pada 19 April dan tidak akan diperpanjang. AS juga belum memperpanjang kebijakan serupa terhadap minyak Rusia yang akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Tak hanya China, AS juga memperluas pengawasan terhadap aktivitas keuangan yang berkaitan dengan Iran di sejumlah wilayah lain, termasuk Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Washington mengidentifikasi adanya sejumlah bank di wilayah tersebut yang diduga memfasilitasi aktivitas keuangan Iran secara ilegal.

Langkah ini menegaskan peningkatan tekanan AS terhadap Iran di tengah upaya membatasi pengaruh ekonomi dan politik negara tersebut di kawasan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global.

Continue Reading

News

Muhammadiyah Soroti Ketimpangan PMB PTN, Desak Evaluasi Menyeluruh

Muhammadiyah mendesak evaluasi sistem PMB PTN karena menimbulkan ketimpangan. Sorotan meliputi praktik tidak wajar, distribusi KIP Kuliah, dan desakan moratorium PTNBH.

Faisal Maarif

Published

on

Monitorday.com – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Komisi X DPR RI pada Selasa (14/4/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Dalam forum tersebut, Muhammadiyah menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai berdampak pada ketimpangan ekosistem pendidikan tinggi, khususnya bagi perguruan tinggi swasta (PTS).

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, mengungkapkan adanya kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa di PTS, meskipun secara nasional angka partisipasi pendidikan tinggi meningkat.

“PTS kecil memiliki peran strategis dalam melayani kebutuhan industri lokal, khususnya di daerah. Jika ruang ini diambil oleh PTN besar, akan terjadi ketidaksesuaian, termasuk dalam ekspektasi kerja dan upah lulusan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung keberlanjutan PTS, termasuk melalui akses pendanaan dan program bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang, Ahmad Muttaqin, memaparkan tren peningkatan jumlah mahasiswa di PTN, khususnya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“PTNBH yang seharusnya fokus pada peningkatan mutu menuju World Class University, justru beberapa PTNBH menjadi ‘kapal keruk’ yang mengambil porsi mahasiswa S-1 dalam jumlah besar,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada fluktuasi bahkan penurunan jumlah mahasiswa di PTMA, terutama di wilayah yang berdekatan dengan PTNBH.

Temuan Praktik Tidak Wajar dalam PMB

Dalam RDPU tersebut, Majelis Diktilitbang juga menyoroti adanya praktik yang dinilai tidak wajar dalam proses PMB di PTN, seperti perubahan kuota di tengah proses seleksi serta perpanjangan masa pendaftaran hingga melewati jadwal yang semestinya.

Beberapa kasus juga diungkap, termasuk program studi yang menerima mahasiswa melebihi kapasitas, yang berpotensi memengaruhi rasio dosen dan mahasiswa.

“Perlu ada audit menyeluruh untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi dalam proses PMB,” ujar Ahmad Muttaqin.

Isu distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah turut menjadi sorotan. Majelis Diktilitbang menilai akses beasiswa bagi mahasiswa di PTS masih belum merata dibandingkan dengan PTN.

Salah satu contoh yang diangkat adalah Universitas Muhammadiyah Makassar yang mengalami penurunan tajam kuota lolos KIP Kuliah, dari 1.325 mahasiswa pada 2024 menjadi 232 mahasiswa pada 2025, meskipun jumlah pendaftar relatif stabil.

Akibatnya, ribuan calon mahasiswa kurang mampu terpaksa mengundurkan diri karena tidak mendapatkan dukungan biaya pendidikan.

“Oleh karena itu, distribusi KIP Kuliah harus ditinjau kembali. Perlu adanya asas keadilan dan transparansi, agar tidak menghambat akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Majelis Diktilitbang juga memberikan apresiasi terhadap regulasi pemerintah, seperti Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 dan Permendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026, yang dinilai telah memberikan landasan yang cukup baik dalam mengatur sistem PMB PTN.
Namun demikian, implementasi di lapangan dinilai masih belum optimal.

“Secara regulasi, aturan yang ada sebenarnya sudah cukup baik. Namun, kami masih menemukan indikasi pelanggaran di lapangan,” ungkap Ahmad Muttaqin.

Rekomendasi: Moratorium hingga Audit Menyeluruh

Sebagai langkah konkret, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Komisi X DPR RI, antara lain moratorium penambahan status PTNBH, audit menyeluruh terhadap sistem PMB PTN, penegasan fokus PTNBH pada kualitas dan riset, perbaikan distribusi KIP Kuliah yang lebih merata, serta penguatan pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran.

“Karena itu, kami mendorong penegakan regulasi yang lebih tegas, sekaligus penyempurnaan kebijakan agar lebih berkeadilan dan setara antara PTN dan PTS,” lanjutnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus memastikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan PMB yang berkeadilan juga menjadi kunci dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di sektor pendidikan tinggi nasional.

Continue Reading

News

DKI Perketat Akses JAKI Cegah Laporan Fiktif Berbasi AI

Pembatasan akses ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memutuskan untuk membatasi akses pengunggahan laporan pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Kebijakan ini menandai respons serius pemerintah provinsi terhadap isu integritas data publik.

Langkah tersebut diambil sebagai tindakan antisipasi menyusul ditemukannya praktik manipulasi laporan kerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Kalisari, Jakarta Timur. Manipulasi laporan tersebut diketahui memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pramono Anung menekankan bahwa pembatasan akses ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan.

“Yang boleh meng-upload adalah yang memang mengerjakan. Sistemnya kami perbaiki supaya lebih transparan,” ujar Pramono usai menghadiri Town Hall Meeting 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Pembaharuan sistem JAKI difokuskan pada validasi identitas dan peran pengunggah laporan, memastikan bahwa hanya pihak yang benar-benar terlibat dalam pelaksanaan tugas yang berwenang memasukkan data. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang, terutama dalam konteks laporan fiktif yang merugikan anggaran dan kepercayaan publik.

Dengan pengetatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menjamin bahwa setiap laporan yang tertera di JAKI adalah hasil kerja nyata dan bukan rekayasa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan transparan bagi seluruh warga Jakarta.

Continue Reading

News

Standarisasi TKA Pendidikan Nonformal Ditingkatkan

TKA berjalan dengan lebih tertib, transparan, dan mengikuti standar yang jelas di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di lembaga pendidikan nonformal menunjukkan perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik. Ujian ini kini berjalan dengan lebih tertib, transparan, dan mengikuti standar yang jelas di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), berupaya memperkuat kesetaraan mutu antara pendidikan formal dan nonformal.

Perkembangan ini seiring dengan penyesuaian pelaksanaan TKA terhadap kebutuhan unik warga belajar. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyoroti bahwa kebijakan TKA kini tidak hanya menekankan standarisasi, tetapi juga memberikan ruang adaptasi bagi satuan pendidikan nonformal.

Muttaqin menjelaskan bahwa perbedaan model pelaksanaan antara PKBM mandiri dan kolaboratif merupakan contoh adaptasi ini. Pendekatan yang fleksibel namun terstruktur ini dinilai penting untuk mengatasi tantangan spesifik yang dihadapi oleh PKBM.

“Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjawab tantangan khas PKBM, seperti heterogenitas usia, kesibukan pekerjaan, serta keterbatasan sarana dan prasarana,” kata Tatang di Jakarta, pada Selasa (14/4).

Tatang juga menegaskan bahwa pelaksanaan TKA yang semakin tertib dan terstruktur menandai pergeseran penting dalam sistem evaluasi pendidikan nonformal. Jika sebelumnya fleksibilitas menjadi ciri utama, kini tercapai keseimbangan antara fleksibilitas dan standar yang menjadi kunci.

“Hal ini memperkuat posisi PKBM sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional,” lanjutnya.

Continue Reading

News

UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Sementara, Diduga Terlibat Kekerasan Verbal

UI menonaktifkan 16 mahasiswa FH sementara karena dugaan kekerasan verbal. Penonaktifan ini berlaku hingga Mei 2026, sebagai upaya menjaga objektivitas investigasi.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Universitas Indonesia (UI) menetapkan penonaktifan akademik sementara terhadap 16 mahasiswa Fakultas Hukum yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan verbal. Kebijakan ini berlaku mulai 15 April hingga 30 Mei 2026.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan Surat Memo Internal Rencana Tindak Lanjut Pemeriksaan (RTLP) yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UI pada 15 April 2026. Dalam rekomendasinya, Satgas mengusulkan pembekuan status kemahasiswaan sementara bagi para terlapor.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga objektivitas proses pemeriksaan.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen universitas untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan secara objektif, melindungi seluruh pihak yang terlibat, serta menjaga lingkungan akademik tetap kondusif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu.

Kebijakan ini bersifat administratif dan preventif guna menjaga integritas proses investigasi. Selama masa penonaktifan, ke-16 mahasiswa tersebut tidak diperkenankan mengikuti seluruh kegiatan akademik, termasuk perkuliahan, bimbingan, maupun aktivitas pembelajaran lainnya.

Selain itu, para terduga juga dilarang berada di lingkungan kampus, kecuali untuk kepentingan pemeriksaan oleh Satgas PPK atau keperluan mendesak yang tidak dapat ditunda, dengan pengawasan dari pihak universitas.

UI juga memberlakukan pembatasan terhadap keterlibatan mereka dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Pengawasan dilakukan secara intensif untuk mencegah adanya interaksi, baik langsung maupun tidak langsung, dengan korban maupun saksi selama proses pemeriksaan berlangsung.

Continue Reading

News

AS: Israel–Libanon Sepakat Negosiasi Langsung

Washington berhasil memediasi kesepakatan penting antara Israel dan Libanon untuk memulai perundingan langsung. Ini menandai upaya signifikan AS meredakan konflik di Timur Tengah.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan perkembangan signifikan dalam konflik antara Israel dan Libanon setelah kedua pihak sepakat membuka jalur negosiasi langsung. Kesepakatan ini dicapai usai serangkaian pembicaraan intensif yang berlangsung di Washington.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Thomas Pigott, menyatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal yang penting. Israel dan Libanon disebut telah menyetujui dimulainya perundingan langsung, dengan waktu dan lokasi yang akan ditentukan kemudian.

“Para pihak melakukan diskusi produktif mengenai langkah menuju dimulainya negosiasi langsung antara Israel dan Libanon,” ujar Pigott.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu dimediasi oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (14/4) waktu setempat. Washington menilai kesepakatan ini sebagai tonggak penting dalam upaya meredakan konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah AS menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah Libanon untuk memulihkan kendali penuh atas penggunaan kekuatan bersenjata di dalam negeri. Langkah ini juga ditujukan untuk membatasi pengaruh Iran yang dinilai semakin kuat di Libanon.

Pigott menegaskan bahwa setiap kesepakatan penghentian permusuhan harus dicapai melalui jalur resmi antar pemerintah dengan mediasi Amerika Serikat.

Konflik antara Israel dan Libanon kembali memanas sejak awal Maret, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel. Sejak saat itu, serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, di tengah terus menguatnya seruan gencatan senjata dari komunitas internasional.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News7 minutes ago

Jelang TKA SD 2026, Wamendikdasmen Tekankan Kejujuran dan Asah Nalar Siswa

News57 minutes ago

Kemenpora Masuk 10 Besar Kementerian Terpopuler

LakeyBanget1 hour ago

Bojan Hodak Dekati Rekor Pelatih Legendaris Persib Bandung

News2 hours ago

PHTC Presiden, Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun 3 Unit Sekolah di Jawa Timur

News2 hours ago

Ketika Program Istana untuk Sekolah Jadi Inspirasi Generasi Penerus Bangsa

News13 hours ago

Pasokan Nafta Terganggu Harga Plastik Melonjak, Apa Bedanya dengan Minyak?

News14 hours ago

AS Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran, Termasuk China?

LakeyBanget14 hours ago

Clash of Legends 2026 Siap Guncang GBK, Ajang Reuni Bintang Dunia dan Lokal

News14 hours ago

Muhammadiyah Soroti Ketimpangan PMB PTN, Desak Evaluasi Menyeluruh

LakeyBanget15 hours ago

Duh! Mimpi Juara Mbappe Tertunda Lagi Usai Ditendang Bayern Munchen

News16 hours ago

DKI Perketat Akses JAKI Cegah Laporan Fiktif Berbasi AI

News16 hours ago

Standarisasi TKA Pendidikan Nonformal Ditingkatkan

News1 day ago

UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Sementara, Diduga Terlibat Kekerasan Verbal

LakeyBanget1 day ago

Beckham Putra Resmi Sarjana, Sukses Tapaki Karier Sepak Bola dan Pendidikan

News1 day ago

AS: Israel–Libanon Sepakat Negosiasi Langsung

News1 day ago

IFP Tingkatkan Literasi Siswa, Wamendikdasmen Tinjau Kesiapan TKA di Mataram

News1 day ago

Haji Ilegal Terancam Denda Rp456 Juta dan Blacklist 10 Tahun

News1 day ago

Prabowo–Macron Bahas Kerja Sama Strategis, dari Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

News1 day ago

Indonesia–Rusia 2025–2030: Dari Kemitraan Strategis ke Aliansi Multisektor

News1 day ago

Politik Ketakutan Netanyahu dan Risiko Geopolitik yang Mengintai Kawasan

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.