LakeyBanget
Tiba di Jakarta, Ronaldo Siap Pimpin Deretan Bintang Dunia di Clash of Legends
Ronaldo akan memimpin DRX World Legends di Clash of Legends Jakarta. Pertandingan bintang dunia ini akan digelar di Stadion GBK.
Monitorday.com – Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Luis Nazário de Lima, tiba di Jakarta untuk ambil bagian dalam ajang Clash of Legends. Sosok yang dikenal dengan julukan R9 tersebut akan berperan sebagai pelatih tim DRX World Legends dalam pertandingan yang mempertemukan para legenda sepak bola dunia.
Ronaldo mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Jumat (17/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Kehadirannya juga terkonfirmasi melalui unggahan media sosial resmi penyelenggara, yang menunjukkan bahwa mantan bintang FC Barcelona itu telah tiba di hotel dan dijadwalkan menjalani konferensi pers pada hari yang sama.
Ajang Clash of Legends akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/4). Dalam pertandingan tersebut, DRX World Legends akan menghadapi Barcelona Legends.
Meski dikenal sebagai salah satu striker terbaik sepanjang masa, Ronaldo tidak akan turun sebagai pemain. Ia dipercaya menjadi juru taktik yang memimpin para legenda di pinggir lapangan.
Dalam perannya, Ronaldo akan memberikan arahan kepada sejumlah bintang dunia, di antaranya Alessandro Del Piero, Fabio Cannavaro, Franck Ribéry, Claude Makélélé, serta Michel Salgado.
Semula, pertandingan ini direncanakan mempertemukan Barcelona Legends dengan Real Madrid Legends dalam laga bertajuk El Clasico Legends. Namun, pihak penyelenggara memastikan tim legenda Real Madrid CF batal hadir akibat kendala transportasi yang dipicu situasi konflik di Asia Barat.
Sebagai pengganti, dibentuklah tim DRX World Legends yang mayoritas diperkuat oleh mantan pemain Real Madrid. Tim ini juga akan diperkuat oleh sejumlah legenda Timnas Indonesia seperti Firman Utina, Irfan Bachdim, Ponaryo Astaman, dan Greg Nwokolo.
Kehadiran Ronaldo sebagai pelatih menambah daya tarik tersendiri dalam ajang ini, yang mempertemukan sejumlah nama besar sepak bola dunia dalam satu panggung di Jakarta.
LakeyBanget
Mantap! Mariano Peralta Resmi Gabung Persib Bandung
Monitorday.com – Persib Bandung mengirim pesan tegas kepada para rival jelang musim baru. Juara bertahan Super League itu resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, yang musim lalu tampil gemilang bersama Borneo FC Samarinda.
Kepastian bergabungnya Peralta diumumkan Persib pada Minggu (19/7), sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menjadi salah satu isu terpanas di bursa transfer paruh musim.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut kedatangan pemain berusia 28 tahun tersebut dengan optimisme tinggi.
“Wilujeng sumping, Mariano Peralta. Selamat datang di keluarga besar Persib dan di Kota Bandung. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Adhitia.
Kehadiran Peralta diyakini akan menjadi suntikan kualitas bagi lini serang Persib. Selain menghadirkan kreativitas dan ketajaman di area depan, pemain asal Argentina itu juga diproyeksikan memperkuat kedalaman skuad Maung Bandung yang akan menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Asia.
Menurut Adhitia, membangun tim yang memiliki kualitas merata menjadi kebutuhan utama jika Persib ingin tetap bersaing di berbagai ajang musim depan.
“Persib membangun skuad yang tidak hanya kompetitif dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki kedalaman yang memadai untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Kami optimistis Mariano dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tim selama dua musim ke depan,” katanya.
Peralta bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sejak bergabung ke Super League pada 2024, ia langsung menjelma sebagai salah satu pemain paling berpengaruh. Puncaknya terjadi musim lalu ketika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Super League berkat torehan impresif 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC Samarinda.
Dengan rekam jejak tersebut, eks bintang Pesut Etam itu kini memikul ekspektasi besar untuk membawa Persib mempertahankan dominasi di kompetisi nasional sekaligus berbicara lebih jauh di pentas Asia.
LakeyBanget
Pelatih Spanyol Ogah Man-Marking Messi di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Luis de la Fuente menjelaskan alasan di balik keputusan Spanyol untuk tidak menerapkan man-marking terhadap Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026. Ia memilih kekuatan kolektif.
Monitorday.com – Ancaman Lionel Messi kembali menghantui Spanyol jelang final Piala Dunia 2026. Namun, pelatih La Furia Roja, Luis de la Fuente, memastikan timnya tidak akan menerapkan strategi man-marking terhadap kapten Argentina tersebut, meski memiliki pengalaman pahit saat menghadapi sang megabintang.
Spanyol akan menantang Argentina pada partai puncak Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Di tengah sorotan yang kembali mengarah kepada Messi, De la Fuente memilih mengandalkan kekuatan kolektif ketimbang memberikan tugas khusus kepada satu pemain untuk mengawal peraih delapan Ballon d’Or itu.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. De la Fuente pernah merasakan langsung bagaimana strategi pengawalan individu terhadap Messi justru berakhir menjadi mimpi buruk.
“Saya akan menceritakan kisah lucu tentang Messi. Saya bertemu Lionel Messi sewaktu saya melatih Sevilla di División de Honor dan kami bertanding melawan Barcelona di ajang Copa del Rey,” ujar De la Fuente, dikutip dari The Guardian, Minggu (19/7).
Kala itu, Sevilla sengaja menugaskan satu pemain untuk mengikuti pergerakan Messi sepanjang pertandingan. Strategi tersebut sempat berjalan sesuai rencana.
“Kami bertandang ke Barcelona. Mereka berbicara yang bagus-bagus soal bocah bernama Messi. Jadi kami menempatkan seorang pemain untuk melakukan man-marking padanya. Pada menit ke-70 skornya masih 0-0,” kenangnya.
Namun, semuanya berubah ketika pemain yang bertugas mengawal Messi menerima kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar. Tanpa penjagaan ketat, Messi langsung menunjukkan kelasnya.
“Saat mereka memberi kartu kuning pada pemain yang mengawalnya, saya pun menarik pemain itu keluar. Dan dalam 15 menit, Messi mencetak empat gol,” ungkap De la Fuente sambil mengundang tawa awak media yang menghadiri konferensi pers.
Meski pengalaman tersebut masih membekas, pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan Spanyol tidak akan mengulang strategi serupa di laga final.
“Apakah itu artinya kami akan melakukan man-marking pada Messi? Tidak. Apa itu artinya kami akan mengawasinya? Ya, tetapi dengan cara yang sama seperti mereka mengawasi para pemain kami,” tegasnya.
De la Fuente menilai menghadapi pemain sekelas Messi tidak cukup hanya dengan membebankan tanggung jawab kepada satu pemain. Menurutnya, organisasi permainan yang solid, disiplin, dan kerja sama antarlini menjadi kunci utama untuk meredam pengaruh sang kapten Argentina.
Pendekatan itu akan menjadi ujian besar bagi Spanyol. Pasalnya, Messi datang ke final dengan performa luar biasa setelah mencetak delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen, sekaligus menjadi otak permainan yang mengantar Argentina kembali menembus partai puncak.
Kini, tantangan terbesar La Furia Roja bukan sekadar menghentikan seorang Lionel Messi, melainkan memutus pengaruh pemain yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit. Final Piala Dunia 2026 pun dipastikan menjadi panggung duel antara disiplin kolektif Spanyol dan magis sang legenda hidup Argentina.
LakeyBanget
Sederet Artis Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
Piala Dunia 2026 akan hadirkan halftime show perdana dengan deretan artis papan atas dunia. Simak siapa saja yang akan memeriahkan panggung spektakuler tersebut.
Monitorday.com – Final Piala Dunia 2026 tak hanya akan menentukan siapa raja baru sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen terbesar FIFA itu, partai puncak akan diselingi halftime show megah yang menghadirkan sederet musisi kelas dunia dalam sebuah panggung hiburan berskala global.
Pertunjukan yang akan digelar saat jeda babak pertama itu menjadi terobosan baru FIFA dalam menghadirkan pengalaman berbeda bagi miliaran penonton di seluruh dunia. Konsep ini pertama kali diumumkan pada 2024 dan akhirnya resmi diwujudkan pada final Piala Dunia 2026.
FIFA menggandeng organisasi Global Citizen sebagai mitra penyelenggara, sementara vokalis Coldplay, Chris Martin, dipercaya sebagai kurator artistik yang bertugas menyusun konsep pertunjukan sekaligus menentukan para penampil.
Deretan nama besar industri musik dipastikan meramaikan panggung bersejarah tersebut. Line-up resmi yang diumumkan FIFA meliputi Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, Burna Boy, Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus yang akan tampil bersama Coldplay.
Menjelang laga final, atmosfer pertunjukan mulai terasa setelah Shakira dan Burna Boy membagikan cuplikan latihan melalui media sosial. Video tersebut memperlihatkan persiapan panggung megah dan koreografi yang tengah dimatangkan untuk penampilan mereka.
FIFA menyebut halftime show ini dirancang sebagai perpaduan antara sepak bola, musik, dan aksi sosial dalam satu panggung, sekaligus membuka babak baru bagi penyelenggaraan final Piala Dunia yang selama ini berlangsung tanpa hiburan khusus saat jeda pertandingan.
Meski daftar lagu belum diumumkan secara lengkap, sejumlah bocoran mulai bermunculan. BTS dijadwalkan membawakan lagu Permission to Dance, sementara Shakira dan Burna Boy diperkirakan akan menyanyikan lagu kolaborasi Dai Dai, mengacu pada cuplikan latihan yang telah mereka unggah.
Sementara itu, para penampil lainnya masih menyimpan rapat materi yang akan dibawakan pada malam puncak. Kerahasiaan tersebut semakin meningkatkan antusiasme publik terhadap halftime show perdana yang diprediksi menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Dengan memadukan pertandingan final dan konser para superstar dunia dalam satu panggung, FIFA berharap final Piala Dunia 2026 tak hanya dikenang karena perebutan trofi, tetapi juga sebagai momentum lahirnya tradisi baru yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan pesan kemanusiaan di hadapan miliaran pasang mata.
LakeyBanget
Juarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri Komentar Begini
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses meraih gelar Japan Open 2026, mengalahkan ganda putra nomor satu dunia. Ini adalah trofi pertama mereka di tahun 2026.
Monitorday.com – Penantian panjang akhirnya terbayar. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengakhiri puasa gelar dengan cara paling meyakinkan setelah menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada final Japan Open 2026, Minggu (19/7).
Dalam duel berintensitas tinggi yang menyajikan pertarungan kelas elite, Fajar/Fikri tampil lebih disiplin dan efektif untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung, 21-19 dan 21-17. Gelar di Tokyo menjadi trofi pertama mereka sepanjang 2026 sekaligus mengakhiri penantian hampir satu tahun sejak terakhir kali berjaya di China Open 2025.
“Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” ujar Fajar.
Lebih dari sekadar prestasi di lapangan, kemenangan ini juga memiliki makna emosional bagi pasangan pelatnas PBSI tersebut. Fajar mempersembahkan gelar perdananya setelah menikah untuk sang istri.
“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” kata Fajar.
Sementara itu, Fikri menyebut trofi di Jepang sebagai buah dari kesabaran yang selama ini ia jalani bersama orang-orang terdekat yang terus memberikan dukungan.
“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujar Fikri.
Keberhasilan menumbangkan Kim/Seo tak diraih dengan mudah. Fajar mengakui pasangan Korea Selatan memiliki pertahanan luar biasa dan kemampuan menghidupkan kembali bola-bola sulit, sehingga memaksa mereka tampil nyaris tanpa cela.
“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan, punya pertahanan yang sangat luar biasa. Tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa mewaspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi,” tutur Fajar.
Fikri menambahkan, kunci kemenangan terletak pada kekompakan, komunikasi, serta keberhasilan menjalankan strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan.
“Mereka bukan lawan yang mudah, mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid, lebih dominan menerapkan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner dan pelatih pun berjalan sangat baik, sehingga semua yang disiapkan bisa terlaksana dari awal sampai akhir,” kata Fikri.
Gelar Japan Open 2026 bukan hanya menambah koleksi prestasi Fajar/Fikri, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa pasangan andalan Indonesia itu telah kembali ke jalur juara. Kemenangan atas pasangan terbaik dunia menjadi modal penting untuk menatap turnamen-turnamen besar berikutnya dengan kepercayaan diri yang kembali menyala.
LakeyBanget
Takhta Raja Gol Berganti, Mbappe Salip Messi dan Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia
Kylian Mbappe telah mencetak sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, melampaui Lionel Messi. Rekor ini menandai pergantian takhta raja gol turnamen.
Monitorday.com – Kylian Mbappe resmi mengukir sejarah baru di Piala Dunia. Penyerang Timnas Prancis itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen setelah melewati rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi.
Rekor tersebut tercipta usai Mbappe mencetak dua gol saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Meski Prancis harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6, dua gol Mbappe menjadi pencapaian bersejarah. Tambahan tersebut membuat koleksi golnya di putaran final Piala Dunia mencapai 22 gol, melewati torehan Lionel Messi yang sebelumnya memimpin daftar sepanjang masa dengan 21 gol.
Pencapaian itu menandai pergantian takhta dalam daftar raja gol Piala Dunia. Di usia 27 tahun, Mbappe juga masih memiliki peluang besar untuk memperlebar rekornya pada edisi-edisi mendatang.
Sementara itu, Lionel Messi harus turun ke posisi kedua setelah sebelumnya menjadi pemegang rekor. Di bawah keduanya, legenda Jerman Miroslav Klose menempati posisi ketiga dengan 16 gol, diikuti Ronaldo Nazario dari Brasil yang mengoleksi 15 gol.
Posisi berikutnya ditempati legenda Jerman Barat, Gerd Mueller, dan striker Inggris Harry Kane yang sama-sama mengemas 14 gol. Sementara legenda Prancis, Just Fontaine, berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 13 gol. Hingga kini, Fontaine masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Daftar Top Skorer Sepanjang Sejarah Piala Dunia
• Kylian Mbappe (Prancis) – 22 gol
• Lionel Messi (Argentina) – 21 gol
• Miroslav Klose (Jerman) – 16 gol
• Ronaldo Nazario (Brasil) – 15 gol
• Gerd Mueller (Jerman Barat) – 14 gol
• Harry Kane (Inggris) – 14 gol
• Just Fontaine (Prancis) – 13 gol
Perubahan di puncak daftar top skorer menjadi salah satu catatan paling bersejarah pada Piala Dunia 2026.
Di tengah persaingan memperebutkan gelar juara, turnamen empat tahunan ini juga melahirkan rekor baru yang menempatkan Kylian Mbappe sebagai raja gol sepanjang sejarah Piala Dunia, menggantikan Lionel Messi yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
LakeyBanget
Tutup Piala Dunia 2026, Inggris Sabet Peringkat Ketiga
Timnas Inggris sukses meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 6-4 dalam laga seru. Bukayo Saka mencetak hattrick, sementara Kylian Mbappe memecahkan rekor gol individu.
Monitorday.com – Timnas Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis setelah mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan peringkat ketiga di Miami Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung spektakuler dengan total 10 gol yang tercipta sepanjang 90 menit. Inggris tampil dominan sejak awal laga dan sempat unggul empat gol tanpa balas di babak pertama. Prancis bangkit pada paruh kedua dan nyaris mengejar ketertinggalan, namun The Three Lions mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Bukayo Saka menjadi aktor utama kemenangan Inggris lewat torehan hattrick. Tiga gol lainnya dicetak Declan Rice, Ezri Konsa, dan Jude Bellingham. Sementara itu, empat gol Prancis lahir melalui dua gol Kylian Mbappe serta masing-masing satu gol dari Bradley Barcola dan Ousmane Dembele.
Inggris langsung menekan sejak menit awal. Laga baru berjalan dua menit ketika Declan Rice membawa timnya unggul melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah merebut bola di lini tengah.
Keunggulan Inggris bertambah pada menit ke-18. Ezri Konsa sukses menanduk bola hasil sepak pojok Rice untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Dominasi Inggris berlanjut pada menit ke-37 saat Bukayo Saka menuntaskan umpan Marcus Rashford menjadi gol ketiga. Menjelang turun minum, Saka kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan akurat dari tepi kotak penalti yang menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.
Memasuki babak kedua, Prancis menunjukkan respons positif. Kylian Mbappe membuka peluang kebangkitan lewat gol pada menit ke-48, disusul Bradley Barcola yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-4 enam menit kemudian.
Mbappe kembali mencetak gol pada menit ke-66 untuk memangkas jarak menjadi 3-4 dan membuat pertandingan berlangsung semakin sengit.
Saat Prancis terus menekan demi mencari gol penyeimbang, Inggris justru memperoleh hadiah penalti pada menit ke-87. Bukayo Saka yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mencetak hattrick sekaligus membawa Inggris menjauh 5-3.
Prancis belum menyerah. Ousmane Dembele memperkecil skor menjadi 4-5 pada menit ke-90+6 sehingga harapan menyamakan kedudukan kembali terbuka.
Namun, Inggris memastikan kemenangan hanya dua menit berselang. Jude Bellingham melakukan solo run sebelum menaklukkan kiper Prancis dengan penyelesaian tenang pada menit ke-90+8. Gol tersebut mengunci kemenangan 6-4 sekaligus memastikan Inggris finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2026.
Di balik kekalahan Prancis, Kylian Mbappe tetap menorehkan pencapaian individu yang bersejarah. Dua gol yang dicetaknya membuat sang penyerang mengoleksi 22 gol sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia. Catatan tersebut melewati rekor Lionel Messi yang sebelumnya mengemas 21 gol, sekaligus menjadikan Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Tambahan dua gol itu juga mengantarkan Mbappe ke puncak daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan koleksi 10 gol dan tiga assist, mengungguli Lionel Messi yang sebelumnya memimpin lewat torehan delapan gol dan empat assist.
LakeyBanget
Resmi Jadi Mitra FIFA untuk Liputan Piala Dunia 2026, IShowSpeed Terima Bayaran Fantastis
IShowSpeed resmi menjadi mitra FIFA untuk Piala Dunia 2026, dengan bayaran fantastis USD25 juta. Ia akan siaran langsung setiap hari, menjangkau jutaan penonton, dan tampil di upacara penutupan.
Monitorday.com – YouTuber dan streamer ternama, IShowSpeed, dikabarkan menerima bayaran sebesar USD25 juta atau sekitar Rp406 miliar untuk menyiarkan langsung rangkaian Piala Dunia 2026. Nilai tersebut merupakan bagian dari kerja sama resmi antara FIFA, Fox Sports, dan YouTube.
Dalam kemitraan tersebut, pemilik nama lengkap Darren Jason Watkins Jr. itu dijadwalkan melakukan siaran langsung setiap hari selama berlangsungnya turnamen. Kehadirannya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, khususnya dari kalangan generasi muda yang aktif mengonsumsi konten digital.
Popularitas IShowSpeed terbukti dari tingginya jumlah penonton siaran langsungnya di YouTube. Rata-rata setiap tayangan disaksikan lebih dari 2 juta penonton. Bahkan, siaran pertandingan pembuka yang melibatkan Portugal disebut mencapai sekitar 9,2 juta penonton.
Selain bertugas sebagai streamer resmi, IShowSpeed juga dijadwalkan tampil dalam upacara penutupan Piala Dunia 2026. Ia disebut akan berbagi panggung dengan sejumlah nama besar dunia hiburan, seperti Tom Cruise, Robbie Williams, Jennifer Hudson, Nicole Scherzinger, dan Laura Pausini.
Di luar kiprahnya sebagai kreator konten, IShowSpeed juga dikenal berkat fenomena yang dijuluki “Speed Curse”. Istilah tersebut muncul karena beberapa tim yang secara terbuka didukungnya justru berakhir tersingkir dari kompetisi. Portugal menjadi salah satu tim yang kerap dikaitkan dengan fenomena tersebut.
Meski awalnya dianggap sekadar kebetulan, “Speed Curse” terus menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola dan berkembang menjadi salah satu fenomena unik yang melekat pada sosok IShowSpeed.
LakeyBanget
Jersey Final Piala Dunia 1958 Milik Pele Laku Rp87 Miliar, Jadi Memorabilia Termahal Sang Legenda
Jersey legendaris Pele dari final Piala Dunia 1958 terjual Rp87 miliar di lelang Sotheby’s, mencatat rekor sebagai memorabilia termahalnya. Kaus ini menjadi saksi bisu dua gol kemenangan Pele.
Monitorday.com – Jersey yang dikenakan legenda sepak bola Brasil, Pele, saat membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1958 terjual dalam lelang dengan harga fantastis. Kaus bersejarah tersebut laku seharga US$4,9 juta atau sekitar Rp87 miliar.
Rumah lelang Sotheby’s pada Kamis (16/7/2026) menyatakan bahwa penjualan itu menjadikan jersey tersebut sebagai memorabilia termahal yang pernah terkait dengan Pele.
Jersey bernomor punggung 10 itu dikenakan Pele ketika tampil di final Piala Dunia 1958 melawan tuan rumah Swedia di Stockholm. Saat itu, Pele yang baru berusia 17 tahun mencetak dua gol dan membawa Brasil menang 5-2 sekaligus meraih gelar juara dunia pertamanya.
Menurut Sotheby’s, proses lelang berlangsung ketat dengan 10 penawaran yang diajukan oleh lebih dari lima peserta. Hasil tersebut juga menempatkan jersey Pele sebagai kaus sepak bola termahal kedua yang pernah terjual melalui lelang.
Rekor penjualan tertinggi masih dipegang oleh jersey Diego Maradona yang dikenakan saat mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” untuk Argentina dalam laga melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Jersey tersebut terjual seharga US$9,3 juta pada 2022.
Pele, yang wafat pada 2022 dalam usia 82 tahun, hingga kini masih tercatat sebagai pemain termuda yang pernah mencetak gol di partai final Piala Dunia. Dua gol yang ia cetak pada final 1958 menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola dunia.
Sotheby’s juga mengungkapkan bahwa jersey bersejarah tersebut sebelumnya pernah dilelang pada 2004 dengan harga 70.505 pound sterling atau sekitar US$105.600. Kenaikan nilainya dalam lebih dari dua dekade mencerminkan besarnya nilai historis dan daya tarik memorabilia milik salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.
LakeyBanget
Google Cloud: Dua Faktor Ini Ngak Bakal Gantikan Kemampuan Manusia di Era AI, Apa Itu?
Moe Abdula dari Google Cloud mengidentifikasi empati dan adaptasi sebagai dua kemampuan inti manusia yang tak akan digantikan AI. Pelajari mengapa sifat-sifat ini krusial di tengah revolusi teknologi.
Monitorday.com – Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific, Moe Abdula, menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) tidak akan mampu menggantikan dua kemampuan mendasar yang dimiliki manusia, yakni empati serta kemampuan untuk terus beradaptasi dan menciptakan inovasi.
Menurut Moe, kedua keterampilan tersebut telah bertahan melewati berbagai gelombang perkembangan teknologi dan diyakini akan tetap menjadi nilai utama manusia di era AI.
“Saya pikir ada keterampilan manusia yang akan bertahan, dan mereka telah melewati semua pergeseran teknologi di masa lalu. Kemampuan kita untuk memiliki empati dan koneksi adalah hal yang sangat manusiawi,” kata Moe usai acara taklimat media Google Cloud di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi, merasakan kondisi orang lain, serta memberikan respons yang tepat dalam interaksi sosial merupakan aspek yang sulit ditiru oleh teknologi, termasuk AI.
Sebagai contoh, Moe menyoroti profesi kepolisian yang menuntut interaksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi. Menurutnya, kemampuan aparat dalam meredakan ketegangan, memahami kondisi seseorang, hingga membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat membutuhkan empati dan penalaran yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
“Keterampilan memahami bagaimana meredakan ketegangan, memahami kondisi, dan membantu seseorang memahami apa yang benar atau salah adalah hal yang sangat manusiawi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa karakteristik tersebut membuat sejumlah profesi yang mengandalkan hubungan antarmanusia, penilaian situasional, dan kecerdasan emosional akan lebih sulit tergantikan oleh AI.
Selain empati, Moe menyebut kemampuan manusia untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru dalam menyelesaikan persoalan sebagai keunggulan lain yang membedakan manusia dari AI.
Menurutnya, AI bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga kemampuannya bergantung pada informasi yang telah dipelajari. Sementara itu, manusia mampu melampaui pengetahuan yang ada dengan menciptakan pendekatan baru sesuai perkembangan zaman.
Untuk menggambarkan kemampuan tersebut, Moe mencontohkan perjalanan manusia dalam mengembangkan teknologi transportasi, mulai dari memanfaatkan hewan sebagai alat transportasi hingga menciptakan kendaraan modern.
Ia juga menyinggung perubahan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Kemampuan berhitung manual yang dahulu menjadi tolok ukur kecerdasan, menurutnya, mengalami pergeseran setelah hadirnya kalkulator. Namun, manusia tidak berhenti pada penggunaan teknologi tersebut, melainkan memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks.
“Manusia terus menemukan cara baru untuk bekerja dan memanfaatkan teknologi. Itu adalah keterampilan yang hanya dimiliki manusia,” kata Moe.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi akan menjadi keterampilan yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan AI.
LakeyBanget
Tom Cruise-Jennifer Hudson Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026
FIFA menyiapkan hiburan megah untuk final Piala Dunia 2026. Aktor Tom Cruise dan penyanyi Jennifer Hudson akan turut memeriahkan acara puncak turnamen sepak bola ini.
Monitorday.com – FIFA menyiapkan rangkaian hiburan berskala besar untuk memeriahkan final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 19 Juli. Sejumlah nama besar dari industri hiburan dunia, mulai dari aktor Tom Cruise hingga penyanyi Jennifer Hudson, dijadwalkan tampil dalam perhelatan puncak turnamen sepak bola terbesar tersebut.
Berdasarkan laporan The Hollywood Reporter pada Selasa (14/7), Tom Cruise akan menjadi bagian dari pertunjukan spesial yang disiapkan FIFA. Sementara itu, Jennifer Hudson dipercaya membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat sebelum pertandingan dimulai.
FIFA juga mengumumkan bahwa upacara penutupan yang digelar sebelum laga final akan dimeriahkan oleh penampilan Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, serta kreator konten YouTube IShowSpeed.
Tak hanya menyuguhkan penampilan para bintang, FIFA juga melibatkan para penonton sebagai bagian dari pertunjukan. Organisasi tersebut mengimbau para penggemar datang lebih awal agar dapat berpartisipasi dalam rangkaian acara di stadion.
“Upacara penutupan akan menutup perjalanan Piala Dunia FIFA 2026 melalui musik, budaya, dan sepak bola, sebelum pertandingan yang sangat dinantikan untuk menentukan juara turnamen bersejarah ini,” ujar Chief Operating Officer (COO) Piala Dunia FIFA 2026, Heimo Schirgi.
Final Piala Dunia FIFA 2026 disiapkan dengan skala hiburan yang disejajarkan dengan ajang bergengsi seperti Super Bowl dan Olimpiade. Beragam penampilan musik serta kemunculan selebritas dunia menjadi bagian dari konsep perayaan tersebut.
Sebelumnya, FIFA juga telah mengumumkan bahwa halftime show pertama dalam sejarah final Piala Dunia akan menghadirkan sejumlah bintang internasional, di antaranya Madonna, Shakira, BTS, dan Justin Bieber sebagai penampil utama.
Selain itu, Burna Boy, Gustavo Dudamel, dan PS22 Chorus akan bergabung bersama Coldplay dalam pertunjukan berdurasi 11 menit tersebut. Halftime show akan digelar oleh FIFA bekerja sama dengan Global Citizen sebagai perpaduan antara sepak bola, musik, dan aksi sosial.
Pertunjukan itu sekaligus menjadi bagian dari kampanye FIFA Global Citizen Education Fund yang menargetkan penggalangan dana sebesar 100 juta dolar AS untuk memperluas akses pendidikan dan sepak bola bagi anak-anak di berbagai negara. Salah satu sumber pendanaan berasal dari donasi sebesar 1 dolar AS untuk setiap tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang terjual.
