Connect with us

News

Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, RI Percepat Lompatan Industri Semikonduktor

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/02/2026). Kepala Negara secara khusus menyaksikan penandatanganan tersebut sebagai bentuk perhatian besar pemerintah terhadap prospek kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto usai acara penandatanganan kerja sama.

Menurut Airlangga, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” imbuh Airlangga.

Airlangga menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

“Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Program tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa enam pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada bidang intellectual property strategis.

“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” imbuh Airlangga. 

Kemitraan strategis ini sekaligus menandai langkah Indonesia bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi dalam rantai pasok global. Pemerintah memandang teknologi sebagai “turbocharger” bagi Indonesia untuk menjadi ekonomi papan atas dunia dengan menjembatani potensi besar sumber daya manusia dan kekayaan alam nasional dengan kebutuhan produktivitas tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Qodari: Prabowo Fokus Wujudkan Indonesia Mandiri Pangan dan Energi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Menurut Qodari, kemandirian energi menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo sejak awal masa kepemimpinannya. Berbagai langkah pun disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

“Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua usaha Pak Prabowo,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural yang sedang dijalankan pemerintah guna mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Qodari mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan melalui peningkatan produksi beras dan pupuk. Namun, menurutnya, tantangan di sektor energi jauh lebih besar karena tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

“Soal energi pasti lebih sulit. Kenapa? Karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tetapi kita cuma bisa produksi 600 ribu,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan program biodiesel B50 untuk bahan bakar solar serta pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.

Di sisi lain, Qodari menyebut keputusan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak dapat dilepaskan dari dinamika global yang memengaruhi pasar energi dunia.

“Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi di dalam negeri sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik internasional. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.

Menurut Qodari, posisi strategis Iran yang menguasai jalur pelayaran penting di Selat Hormuz membuat setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar energi global.

Meski demikian, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap harga BBM bersubsidi. Pemerintah, kata dia, tetap mempertahankan harga Pertalite agar tidak terdampak fluktuasi harga minyak dunia.

“Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar. Yang disubsidi kan enggak naik, tetap,” ucap Qodari.

Continue Reading

News

Wamendikdasmen: Seni Bantu Anak Mengenal Diri dan Memahami Dunianya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membantu anak mengenali diri, memahami lingkungan, serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Pameran Lukisan Karya Bentara Budaya bertajuk “Anak Dalam Lintasan Waktu” di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pameran yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak mengenai dunia mereka sendiri itu dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam membentuk pendidikan yang utuh. Menurutnya, pengenalan seni sejak usia dini dapat mengasah kepekaan estetis sekaligus membantu anak memahami makna kehidupan secara lebih mendalam.

“Kami memandang bahwa ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, termasuk seni lukis, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis anak-anak kita. Dengan cara itu, kita dapat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia,” ujar Fajar.

Ia menambahkan, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kecerdasan intelektual. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk berimajinasi, berekspresi, dan menciptakan karya sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang sehat.

Menurut Fajar, kegiatan seni yang dibiasakan sejak dini dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis anak. Melalui karya seni, anak memperoleh ruang untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, dan cara pandangnya terhadap dunia.

“Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya,” katanya.

Keunikan pameran “Anak Dalam Lintasan Waktu” terletak pada hadirnya dua perspektif dalam satu ruang. Para seniman dewasa menghadirkan refleksi mereka tentang anak, sementara anak-anak menampilkan gambaran dunia yang mereka alami melalui warna, bentuk, dan imajinasi khas.

Fajar menilai pertemuan dua sudut pandang tersebut menciptakan dialog kreatif antara generasi dewasa dan generasi muda yang dapat melahirkan berbagai gagasan baru.

“Ini menjadi perjumpaan imajinasi dan dialog antara orang dewasa dengan anak. Dari proses itu bisa lahir berbagai gagasan dan karya kreatif yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Bentara Budaya, Ilham Khoiri, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara koleksi karya para seniman Bentara Budaya dan karya anak-anak berusia 6 hingga 16 tahun. Seluruh karya yang dipamerkan dikurasi oleh Frans Sartono dan Efix Mulyadi.

Menurut Ilham, karya para seniman dewasa umumnya menempatkan anak dalam konteks yang lebih luas, seperti pendidikan, kehidupan sosial, dan dinamika masyarakat. Sebaliknya, karya anak-anak lebih banyak merekam pengalaman keseharian yang mereka rasakan secara langsung.

“Bentara Budaya sangat mendukung anak-anak untuk berkembang melalui kreativitas. Melalui lukisan, anak-anak dapat menemukan dirinya dan bercerita tentang dunianya kepada orang lain,” kata Ilham.

Pameran “Anak Dalam Lintasan Waktu” menjadi pengingat bahwa seni bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan. Melalui seni, anak-anak dapat membangun kepercayaan diri, menjaga kesehatan psikologis, serta mengembangkan kemampuan memahami dunia secara lebih luas.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, ruang kreatif seperti ini dinilai penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara seimbang, baik dari sisi intelektual maupun emosional.

Continue Reading

News

Tabir Mafia Perizinan Impor

Persidangan kasus PT Blueray Cargo mengungkap dugaan aliran dana puluhan miliar rupiah ke sejumlah pejabat Bea Cukai, serta indikasi keterlibatan pihak di BPOM dan Kementerian Perdagangan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Persidangan kasus dugaan suap impor yang menyeret PT Blueray Cargo membuka babak baru dalam upaya membongkar praktik korupsi di sektor perdagangan dan kepabeanan. Keterangan pendiri perusahaan tersebut, John Field, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengungkap dugaan setoran hingga Rp91 miliar kepada sejumlah pihak yang disebut memiliki pengaruh terhadap kelancaran proses impor barang.

Dalam persidangan, John Field mengaku telah mengeluarkan dana dalam jumlah sangat besar untuk berbagai pihak, namun pada akhirnya tetap harus menghadapi proses hukum. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana praktik suap diduga telah menjadi bagian dari mekanisme informal yang digunakan sebagian pelaku usaha untuk mengatasi hambatan birokrasi. Meski demikian, seluruh dugaan yang muncul dalam persidangan masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlangsung.

Fakta penting yang muncul adalah adanya pengakuan mengenai pemberian dana sekitar Rp30 miliar kepada seseorang bernama Ahmad Dedi dalam kurun enam bulan, masing-masing sebesar Rp5 miliar per bulan. Menurut keterangan John, saat itu dirinya tidak mengetahui bahwa sosok tersebut memiliki keterkaitan dengan institusi Bea Cukai. Pengakuan ini memperluas ruang penyelidikan mengenai pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana dari perusahaan tersebut.

Selain itu, jaksa juga mengungkap dugaan aliran dana sebesar Rp21 miliar kepada pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam persidangan disebut adanya penggunaan kode-kode tertentu yang merujuk kepada sejumlah pejabat. Keterangan ini menjadi salah satu bagian penting yang berpotensi memperkuat konstruksi perkara apabila didukung oleh alat bukti lain, termasuk dokumen transaksi dan kesaksian para pihak terkait.

Kasus ini juga berkembang ke luar lingkungan Bea Cukai. Berdasarkan berita acara pemeriksaan yang dibacakan jaksa, terdapat dugaan pemberian uang kepada sejumlah pejabat di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perdagangan. Salah satu terdakwa, Andri, mengakui pernah menyerahkan amplop kepada beberapa pihak atas arahan perusahaan. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui jumlah uang yang diberikan karena seluruh paket telah disiapkan sebelumnya.

Dari perspektif tata kelola pemerintahan, perkara ini menunjukkan bahwa persoalan korupsi impor tidak hanya berkaitan dengan satu institusi, melainkan berpotensi melibatkan rantai perizinan yang panjang. Proses impor di Indonesia melibatkan banyak lembaga, mulai dari pengawasan kepabeanan, perizinan perdagangan, hingga pengawasan produk. Kompleksitas tersebut sering kali menciptakan ruang bagi praktik rente apabila sistem pengawasan dan transparansi belum berjalan optimal.

Bagi penegak hukum, perkara Blueray Cargo dapat menjadi momentum untuk menelusuri dugaan jaringan korupsi yang lebih luas. Jika seluruh fakta persidangan dapat dibuktikan secara hukum, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal korupsi sektor impor terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, publik menantikan apakah pengungkapan di ruang sidang akan berujung pada penetapan pihak-pihak baru sebagai tersangka atau hanya berhenti pada para terdakwa yang saat ini sudah menjalani proses peradilan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan perizinan belum sepenuhnya mampu menghilangkan praktik suap. Transparansi, integrasi data antarinstansi, serta penguatan pengawasan internal menjadi faktor penting agar sistem perdagangan dan kepabeanan tidak kembali menjadi lahan transaksi ilegal yang merugikan negara dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Continue Reading

News

Rupiah Berpeluang Menguat Efek Sinergi BI dan Pemerintah

Penguatan rupiah diperkirakan berlanjut pekan depan seiring respons positif pasar terhadap kenaikan suku bunga BI dan langkah pemerintah menjaga disiplin fiskal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal penguatan yang semakin kuat menjelang pekan depan. Setelah sempat berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik, mata uang Indonesia mulai mendapatkan dukungan dari kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang dinilai lebih kredibel oleh pelaku pasar.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah ditutup menguat 128 poin ke level Rp17.860 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.988 per dolar AS. Penguatan ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai rupiah masih memiliki ruang penguatan menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Menurutnya, pasar mulai melihat adanya koordinasi yang lebih kuat antara kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

Salah satu faktor utama yang menopang penguatan rupiah adalah langkah Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin. Kebijakan ini meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global sekaligus memperkuat komitmen otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Dalam teori pasar keuangan, kenaikan suku bunga biasanya mendorong aliran modal masuk karena menawarkan imbal hasil yang lebih menarik.

Selain faktor moneter, pasar juga memberikan respons positif terhadap kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi, khususnya Pertamax. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga kesehatan fiskal dan keberlanjutan APBN di tengah tantangan ekonomi global. Persepsi fiskal yang lebih sehat cenderung meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset Indonesia, termasuk rupiah dan surat berharga negara.

Meski demikian, prospek penguatan rupiah tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal. Pergerakan indeks dolar AS, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta perkembangan geopolitik global masih menjadi faktor yang perlu dicermati. Jika tekanan eksternal mereda dan arus modal asing terus masuk ke pasar domestik, peluang rupiah untuk melanjutkan tren penguatan akan semakin besar.

Dari perspektif yang lebih luas, penguatan rupiah bukan hanya penting bagi stabilitas pasar keuangan, tetapi juga dapat membantu mengendalikan inflasi impor, menekan biaya bahan baku industri, dan memperkuat kepercayaan dunia usaha. Oleh karena itu, keberlanjutan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci agar momentum penguatan rupiah dapat terjaga dalam jangka menengah.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: 100 Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Dibangun pada 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026 sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan unggulan bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan sekolah unggulan nonasrama yang dapat menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai daerah.

“Tahun ini direncanakan kita akan membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Saat ini sudah ada usulan dari berbagai daerah dan sebanyak 36 lokasi telah melalui proses seleksi awal,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Dari target tersebut, lima sekolah akan mulai dikembangkan di balai-balai yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain itu, satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara sembilan sekolah lainnya akan dibangun di daerah yang telah lolos seleksi.

Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program strategis pemerintah untuk memastikan pemerataan mutu pendidikan nasional. Sekolah ini dirancang untuk menampung siswa-siswa berprestasi secara inklusif tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pembangunan sekolah baru dan peningkatan kualitas sekolah yang sudah ada.

Untuk pembangunan sekolah baru, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui skema pembangunan fasilitas oleh pihak swasta, sementara biaya operasional akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

Selain melaporkan rencana pembangunan sekolah unggulan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyampaikan perkembangan program revitalisasi sekolah kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan sepanjang 2025 telah mencapai 16.167 satuan pendidikan sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, pada tahun ini pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program tersebut terdiri atas 11.744 satuan pendidikan yang dibiayai melalui anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah disetujui DPR RI, serta tambahan rencana revitalisasi untuk sekitar 60.000 satuan pendidikan lainnya.

Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan percepatan revitalisasi sekolah dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

Continue Reading

News

Antisipasi Migrasi Pengguna Pertamax ke Pertalite, QR Code Diperketat

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memperketat pengawasan penggunaan QR Code untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi guna mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax.

Mulai Rabu (10/6), harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jawa resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, harga Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi tetap bertahan di level Rp10.000 per liter.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengakui bahwa kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite. Namun, berdasarkan pemantauan bersama Pertamina Patra Niaga selama dua hari pertama setelah penyesuaian harga, pergeseran konsumsi dinilai masih relatif terbatas.

Menurut Anggia, perpindahan pengguna yang terjadi saat ini lebih banyak berasal dari konsumen Pertamax Turbo yang beralih ke Pertamax, bukan langsung ke Pertalite.

Untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan konsumsi BBM subsidi, pemerintah memperkuat pengawasan distribusi melalui sistem QR Code. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meminta Pertamina dan seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan di lapangan guna memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Meski demikian, Anggia menegaskan bahwa pengawasan semata tidak cukup untuk menjaga keberlanjutan program subsidi energi. Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor yang jauh lebih penting.

“Kami berharap masyarakat memahami mana yang menjadi haknya dan mana yang bukan. Subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi sesuai peruntukannya. Dengan demikian, subsidi dapat dinikmati oleh kelompok yang berhak, seperti petani dan nelayan, yang sangat bergantung pada dukungan energi untuk menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Terkait kemungkinan kuota Pertalite terlampaui akibat peningkatan konsumsi, pemerintah memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan kondisi fiskal negara.

“Kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi, namun di sisi lain pemerintah juga perlu menjaga beban fiskal agar tetap terkendali. Karena itu, seluruh perkembangan di lapangan akan terus dipantau,” kata Anggia.

Pemerintah berharap kombinasi antara pengawasan distribusi yang lebih ketat dan kesadaran masyarakat dapat menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran di tengah perubahan harga BBM nonsubsidi.

Continue Reading

News

Prabowo Telepon PM Belanda, Ini yang Dibicarakan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten pada Kamis (11/6). Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama internasional, perkembangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, hingga situasi terkini di Selat Hormuz.

Informasi mengenai percakapan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen.

“Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dan Presiden Indonesia Prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini,” tulis akun tersebut.

Dalam pembicaraan itu, Prabowo dan Jetten menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga keamanan dan kemakmuran kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Keduanya juga membahas perkembangan negosiasi CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak. Selain itu, situasi di Selat Hormuz turut menjadi perhatian mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis perdagangan dan energi dunia.

Pemerintah Belanda menilai hubungan bilateral dengan Indonesia terus berkembang di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan,” demikian isi unggahan tersebut.

Belanda dan Indonesia diketahui memiliki hubungan sejarah dan budaya yang panjang. Kedua negara juga menjalin kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pengelolaan air, serta pertanian berkelanjutan.

Pemerintah Belanda menyebut Indonesia sebagai mitra yang memiliki visi sejalan dalam menghadapi perubahan global yang berlangsung cepat.

“Negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat,” tulis pemerintah Belanda dalam unggahan tersebut.

Hubungan erat kedua negara sebelumnya juga tercermin dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Belanda pada September tahun lalu. Dalam lawatan tersebut, Prabowo diterima secara resmi oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag.

Pada pertemuan itu, Prabowo bersama Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima membahas berbagai isu strategis, termasuk upaya memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus mempererat kerja sama serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Continue Reading

News

SPPG Membengkak, Pemerintah Kaji Penutupan Dapur MBG

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah membuka kemungkinan menutup sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan lonjakan jumlah titik layanan yang dinilai berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran hingga sekitar Rp1 triliun per bulan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat memaparkan hasil evaluasi Program MBG di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah pada awalnya menargetkan pembangunan sebanyak 21.000 titik SPPG di seluruh Indonesia. Namun, berdasarkan hasil pendataan terbaru, jumlahnya telah mencapai 27.877 titik atau bertambah 6.877 titik dari rencana awal.

“Terjadi jual beli titik SPPG yang seharusnya rencana awal 21.000, tetapi sekarang sudah ada 27.877 titik,” ujar Zulkifli Hasan.

Bertambahnya jumlah dapur MBG berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran operasional. Pemerintah memperkirakan setiap SPPG memperoleh insentif sekitar Rp6 juta per hari.

Dengan jumlah titik yang melebihi target, pengeluaran tambahan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun setiap bulan atau sekitar Rp12 triliun dalam setahun.

Pemerintah juga menemukan lonjakan jumlah SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari target awal sekitar 2.000 titik, jumlahnya meningkat menjadi 8.617 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.138 titik telah mengantongi surat keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bersama BGN saat ini tengah melakukan penataan ulang untuk memastikan program berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Proses evaluasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengakui bahwa penutupan SPPG yang dinilai berlebih menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintah.

Menurut Prasetyo, keputusan final belum diambil karena pemerintah masih melakukan inventarisasi dan penataan terhadap seluruh titik layanan yang ada.

“Ya, pasti salah satunya arahnya ke sana, tetapi hari ini belum bisa dipastikan karena semuanya masih diinventarisasi dan ditata,” kata Prasetyo.

Meski demikian, ia menegaskan proses penataan tidak boleh mengganggu distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Seluruh SPPG yang saat ini beroperasi juga diminta tetap menjalankan layanan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Di tengah proses evaluasi tersebut, Badan Gizi Nasional sebelumnya telah membantah informasi yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis akan dihentikan sementara.

Dalam pernyataan resminya pada 5 Juni 2026, BGN menegaskan pencairan anggaran tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan layanan MBG di seluruh daerah masih berlangsung sebagaimana mestinya.

Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan tidak bertujuan menghentikan program, melainkan memperbaiki tata kelola, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, serta memperkuat pengawasan operasional SPPG agar manfaat program dapat diterima masyarakat secara optimal.

Continue Reading

News

Dunia Punya Cara Berbeda Mengukur Kemampuan Siswa

Sistem ujian nasional dan tes akademik di berbagai negara menunjukkan perbedaan besar dalam menentukan kelulusan, pemetaan mutu, hingga seleksi masuk perguruan tinggi.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sistem ujian nasional dan tes kemampuan akademik di berbagai negara memiliki pola yang sangat beragam. Ada negara yang menjadikan ujian terpusat sebagai penentu utama masa depan pendidikan siswa, sementara negara lain lebih mengandalkan asesmen sekolah, evaluasi lokal, atau seleksi perguruan tinggi secara mandiri.

China menjadi salah satu contoh negara dengan sistem ujian paling kompetitif melalui Gaokao. Ujian masuk perguruan tinggi nasional ini digelar serentak setiap Juni dan menjadi penentu utama bagi siswa untuk masuk ke universitas negeri. Karena bobotnya sangat besar, Gaokao kerap disebut sebagai salah satu ujian paling ketat di dunia.

Korea Selatan juga memiliki sistem ujian yang sangat menentukan, yakni College Scholastic Ability Test atau CSAT yang dikenal dengan nama Suneung. Ujian ini dilaksanakan serentak setiap November. Saking pentingnya, berbagai aktivitas publik seperti jadwal penerbangan hingga jam operasional bursa saham dapat disesuaikan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta ujian.

Berbeda dengan China dan Korea Selatan, Amerika Serikat tidak memiliki ujian nasional terpusat untuk kelulusan sekolah. Evaluasi pendidikan lebih banyak ditentukan oleh negara bagian dan distrik sekolah. Namun, untuk masuk perguruan tinggi, siswa biasanya mengikuti tes terstandardisasi seperti SAT atau ACT, meski dalam beberapa tahun terakhir sejumlah kampus mulai menerapkan kebijakan test-optional.

Inggris menerapkan sistem ujian berjenjang melalui GCSE, IGCSE, dan A-Level. GCSE umumnya ditempuh siswa pada usia sekitar 16 tahun, sementara A-Level diambil pada usia sekitar 18 tahun. Nilai A-Level menjadi salah satu komponen utama dalam pendaftaran ke universitas, terutama untuk program studi dengan tingkat persaingan tinggi.

Di Jepang, kelulusan sekolah tidak ditentukan oleh ujian nasional seperti model lama di beberapa negara. Evaluasi kelulusan dilakukan secara internal oleh masing-masing sekolah. Namun, untuk masuk universitas negeri, siswa mengikuti tes nasional bernama Kyotsu Test yang kemudian dipadukan dengan ujian mandiri dari universitas tujuan.

Indonesia kini juga mengalami perubahan besar dalam sistem evaluasi pendidikan. Ujian Nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan maupun standar nasional penerimaan siswa. Pemerintah menerapkan Asesmen Nasional untuk memetakan mutu pendidikan, sementara Tes Kemampuan Akademik atau TKA bersifat opsional untuk mengukur capaian akademik individu murid.

Seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia dilakukan melalui sejumlah jalur, antara lain Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, dan Jalur Mandiri. Dengan model ini, evaluasi pendidikan tidak lagi hanya bertumpu pada satu ujian tunggal, melainkan menggabungkan pemetaan mutu, rekam prestasi, tes akademik, dan kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

Perbandingan berbagai negara tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu model ujian yang sepenuhnya sama. Setiap negara membangun sistem sesuai kebutuhan, sejarah, budaya belajar, dan orientasi kebijakan pendidikannya. Namun, satu hal yang sama adalah ujian dan asesmen tetap menjadi instrumen penting untuk membaca capaian siswa, kualitas sekolah, serta kesiapan generasi muda menghadapi pendidikan lanjutan.

Continue Reading

News

PISA Ungkap Negara dengan Pendidikan Terbaik Dunia

Podcast BBC World Service menyoroti bagaimana kualitas pendidikan dunia tidak hanya ditentukan budaya, tetapi juga pilihan kebijakan negara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sistem pendidikan terbaik di dunia kembali menjadi sorotan setelah BBC World Service membahasnya dalam podcast bertajuk “Which country has the best education in the world?”. Salah satu rujukan utama dalam pembahasan tersebut adalah tes PISA atau Programme for International Student Assessment yang digelar OECD sejak tahun 2000.

Tes PISA mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam tiga bidang utama, yakni membaca, matematika, dan sains. Berbeda dari penilaian pendidikan tradisional, OECD memandang data pendidikan dengan pendekatan ekonomi, mirip seperti mengukur inflasi atau produk domestik bruto. Pendekatan ini sempat memicu resistensi di beberapa negara, namun kini menjadi salah satu basis data global yang banyak digunakan untuk membandingkan mutu pendidikan antarnegara.

Dalam peta pendidikan global, negara dan wilayah Asia Timur seperti Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong masih konsisten berada di posisi atas. Di Eropa, Estonia muncul sebagai salah satu bintang baru dengan performa pendidikan yang kuat, sementara Finlandia yang dulu menjadi model pendidikan dunia disebut mengalami penurunan performa.

Sebaliknya, sejumlah negara besar Barat seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat cenderung berada di posisi menengah. Di Amerika Serikat, persoalannya bahkan lebih kompleks karena rata-rata nasional menutupi kesenjangan besar antardaerah. Negara bagian kaya seperti Massachusetts dapat bersaing di papan atas dunia, sedangkan sejumlah wilayah lain mencatat performa jauh lebih rendah.

Sebuah tayangan Podcast di kanal BBC menyoroti bahwa negara dengan performa pendidikan tinggi umumnya memiliki kesamaan: menempatkan kesetaraan sebagai fondasi. Estonia dan Shanghai, misalnya, dinilai berupaya memastikan semua murid mendapatkan standar pendidikan yang baik tanpa terlalu dini memisahkan siswa berdasarkan kemampuan atau latar belakang sosial-ekonomi.

Selain itu, banyak negara berprestasi dalam PISA merupakan negara kecil, ambisius, dan tidak memiliki banyak sumber daya alam. Singapura dan Taiwan menjadi contoh bagaimana keterbatasan geografis justru mendorong investasi besar pada kualitas manusia. Pendidikan dipandang sebagai strategi bertahan hidup sekaligus fondasi ekonomi berbasis pengetahuan.

Faktor guru tetap menjadi salah satu penentu penting dalam keberhasilan pendidikan. Namun, podcast tersebut menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada satu variabel. Bahkan, ukuran kelas kecil tidak selalu menjamin keberhasilan. Beberapa negara Asia Timur memiliki jumlah siswa besar dalam satu kelas, tetapi tetap mampu mencatat hasil tinggi dalam tes PISA.

Di sisi lain, dunia masih menghadapi krisis akses pendidikan. Jutaan anak membutuhkan bantuan pendidikan, terutama di wilayah yang terdampak perang, kemiskinan, korupsi, dan perubahan iklim. Afghanistan juga disorot karena menjadi satu-satunya negara yang melarang anak perempuan di atas usia 12 tahun serta perempuan dewasa mengakses sekolah dan universitas.

Dari sisi gender, anak perempuan secara konsisten unggul dalam kemampuan membaca di hampir seluruh dunia sejak usia dini. Namun, untuk matematika, kesenjangan gender disebut lebih berimbang. Temuan ini menunjukkan bahwa capaian pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesempatan, lingkungan belajar, dan kebijakan yang diterapkan.

Kesimpulan utama dari pembahasan BBC World Service tersebut adalah bahwa sistem pendidikan yang baik bukanlah takdir. Kualitas pendidikan merupakan hasil dari pilihan kebijakan negara, mulai dari alokasi anggaran, kualitas guru, pemerataan akses, hingga keberanian menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan jangka panjang.

Continue Reading
News4 jam ago

Qodari: Prabowo Fokus Wujudkan Indonesia Mandiri Pangan dan Energi

LakeyBanget5 jam ago

Alwi Farhan Tembus Final Australian Open 2026, Peluang Cetak Sejarah Terbuka

LakeyBanget5 jam ago

Elon Musk Cetak Sejarah, Jadi Triliuner Pertama di Dunia dengan Kekayaan Segini

LakeyBanget6 jam ago

JKT48, Slank, hingga Sal Priadi Meriahkan Jakarta Fair 2026

News6 jam ago

Wamendikdasmen: Seni Bantu Anak Mengenal Diri dan Memahami Dunianya

News6 jam ago

Tabir Mafia Perizinan Impor

News7 jam ago

Rupiah Berpeluang Menguat Efek Sinergi BI dan Pemerintah

LakeyBanget15 jam ago

Apes di Laga Perdana, Damian Bobadilla Cetak Gol Bunuh Diri Pertama Piala Dunia 2026

LakeyBanget16 jam ago

20 Tahun Debut, BIGBANG Gelar Tur Dunia

LakeyBanget16 jam ago

Drummer Dewa Dicekal ke Malaysia, Lha Kok Kenapa?

LakeyBanget16 jam ago

Larin Sang Penyelamat Kanada, Cetak Gol Dua Menit Usai Masuk Lapangan

LakeyBanget1 hari ago

Persib Siap Tunjukkan Kelas di ASEAN Club Championship 2026/2027

News1 hari ago

Mendikdasmen: 100 Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Dibangun pada 2026

News1 hari ago

Antisipasi Migrasi Pengguna Pertamax ke Pertalite, QR Code Diperketat

News1 hari ago

Prabowo Telepon PM Belanda, Ini yang Dibicarakan

News1 hari ago

SPPG Membengkak, Pemerintah Kaji Penutupan Dapur MBG

LakeyBanget1 hari ago

Momen Haru Jelang Pernikahan, Justin Hubner Resmi Jadi Mualaf

News1 hari ago

Dunia Punya Cara Berbeda Mengukur Kemampuan Siswa

News1 hari ago

PISA Ungkap Negara dengan Pendidikan Terbaik Dunia

News1 hari ago

Dari Janji ke Pembuktian: Fase Baru Program Prioritas Pemerintah