Connect with us

News

Seksualitas dalam Islam Klasik Perspektif Abad Pertengahan

Karya ini menunjukkan bahwa Islam pada masa itu memiliki keterbukaan terhadap seksualitas yang mungkin lebih besar dibandingkan dengan pandangan sebagian besar kaum Muslim di era modern

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Sebuah karya monumental abad ke-10, Kitab al-Aghani oleh ulama Isbahani, menawarkan perspektif unik mengenai seksualitas dalam Islam, menantang persepsi kontemporer tentang ulama dan norma sosial di Abad Pertengahan. Kitab tersebut menampilkan narasi cinta dan erotisme yang mendalam, memberikan pandangan historis yang berbeda dari gambaran umum.

Melalui Kitab al-Aghani, yang sering disebut “Buku Musik”, Isbahani tidak hanya mencatat lirik lagu romantis tetapi juga mengisahkan cerita asmara dan adegan bercumbu yang eksplisit. Karya ini menunjukkan bahwa Islam pada masa itu memiliki keterbukaan terhadap seksualitas yang mungkin lebih besar dibandingkan dengan pandangan sebagian besar kaum Muslim di era modern.

Konten Kitab al-Aghani dikenal karena merekam, mengilustrasikan, dan memandu lirik-lirik lagu syahdu nan romantis, serta menceritakan kisah-kisah asmara dan adegan bercumbu yang aduhai. Keterbukaan Isbahani dalam mempublikasikan berbagai kisah yang kini umumnya dinikmati di ruang privat, bahkan ketika gambar yang sedikit terbuka pun kerap diburamkan, menjadi sorotan.

Kualitas dan signifikansi Kitab al-Aghani juga ditegaskan oleh sejarawan Muslim terkemuka, Ibnu Khaldun, yang memberikan kesaksian penting.

“Sepanjang yang saya tahu,” ujar sejarawan Muslim kesohor itu, “tak ada karya yang bisa diletakkan selevel dengan buku ini.”

Berbeda dengan kesan umum mengenai perempuan di Abad Pertengahan dunia Arab Timur Tengah yang dianggap terseklusi, Isbahani menyajikan potret yang kontras. Salah satu perempuan bertalenta yang sering disorot dalam buku tersebut adalah Arib (w. 890), seorang penyanyi terkenal yang secara leluasa keluar-masuk Istana Khilafah Abbasiyah untuk menghibur para petinggi negara. Arib juga diakui sebagai pencipta lagu yang sangat produktif, dengan karya mencapai 1.625 judul, serta dikenal memiliki hubungan asmara dengan banyak laki-laki, bahkan mengaku pernah tidur dengan delapan pejabat negara.

Kitab al-Aghani sering dipahami bukan sekadar kumpulan lagu dan puisi, melainkan cermin kehidupan sosial-budaya Arab klasik yang begitu terbuka, termasuk dalam hal romansa dan ekspresi hasrat manusia. Salah satu ilustrasi paling kuat hadir dalam kisah tragis Layla dan Majnun.

Di sana, cinta Qays kepada Layla tidak digambarkan secara datar, melainkan sebagai gejolak batin yang ekstrem—kerinduan yang melampaui batas rasional hingga membuatnya kehilangan kewarasan. Puisi-puisi yang dinarasikan menghadirkan cinta sebagai perpaduan antara spiritualitas dan hasrat fisik, bahkan dalam simbol-simbol sederhana seperti mencium dinding rumah Layla sebagai bentuk pelampiasan rindu yang tak tersampaikan.

Selain itu, kitab ini juga menampilkan keberanian dalam mendeskripsikan keindahan fisik manusia, khususnya perempuan, dengan bahasa metaforis yang kaya. Tubuh tidak sekadar digambarkan, tetapi dielaborasi melalui perumpamaan alam yang detail dan puitis, menciptakan estetika yang dalam konteks modern bisa dianggap sensitif.

Namun, di balik itu, terselip pula sisi ringan berupa humor satir—anekdot tentang kehidupan istana yang kadang menghadirkan kisah-kisah jenaka bahkan memalukan, termasuk yang berkaitan dengan relasi intim. Hal ini menunjukkan bahwa narasi dalam kitab ini tidak hanya serius dan filosofis, tetapi juga membumi dan manusiawi.

Dimensi lain yang menarik adalah kisah para qiyan, yakni budak perempuan penyanyi yang memainkan peran penting dalam budaya istana. Mereka bukan hanya seniman, tetapi juga simbol kompleks antara seni, ekonomi, dan daya tarik personal.

Dalam beberapa cerita, seorang qiyan dilatih secara khusus agar mampu memikat melalui musik dan sastra, bahkan menjadi “aset” bernilai tinggi. Interaksi antara musisi, bangsawan, dan qiyan sering melahirkan kisah cinta yang penuh nuansa—dialog puitis yang sarat sindiran halus, godaan, dan permainan emosi yang elegan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Beasiswa Pendidikan Memberi Kail Mendorong Kemandirian

Program beasiswa ini bertujuan untuk memastikan bahwa akses pendidikan berkualitas tetap terbuka bagi generasi muda yang memiliki potensi, namun terkendala secara finansial.

Amalan Saliha

Published

on

[domain capital]-Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) telah beberapa kali menyalurkan beasiswa melalui program Sang Surya Lazismu kepada para mahasiswanya. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Uhamka dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi mahasiswa.

Program beasiswa ini bertujuan untuk memastikan bahwa akses pendidikan berkualitas tetap terbuka bagi generasi muda yang memiliki potensi, namun terkendala secara finansial. Uhamka dan Lazismu berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Penyaluran beasiswa dilakukan setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, meliputi penilaian akademik dan verifikasi kondisi ekonomi. Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan dapat tepat sasaran kepada mahasiswa yang paling membutuhkan dan memiliki dedikasi tinggi dalam studi mereka.

“Kami berharap beasiswa Sang Surya Lazismu ini tidak hanya meringankan beban finansial mahasiswa, tetapi juga menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk terus berprestasi dan fokus menyelesaikan pendidikannya,” ujar perwakilan Uhamka saat seremonial penyerahan beasiswa.

Para penerima beasiswa diharapkan dapat memanfaatkan dukungan ini sebaik mungkin. Dengan dukungan finansial, mahasiswa dapat lebih konsentrasi pada pengembangan diri dan akademik tanpa harus terbebani oleh biaya perkuliahan.

“Bantuan beasiswa ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Ini adalah dorongan besar untuk terus belajar dengan giat dan meraih cita-cita saya di masa depan,” kata salah satu mahasiswa penerima beasiswa, mengungkapkan rasa syukurnya.

Program beasiswa ini dirancang sebagai upaya konkret untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas tetap terbuka bagi generasi muda yang memiliki potensi besar, namun menghadapi keterbatasan finansial. Dalam konteks ini, Uhamka bersama Lazismu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Proses penyaluran beasiswa dilakukan secara selektif dan terstruktur melalui tahapan yang ketat. Setiap calon penerima harus melewati penilaian akademik yang komprehensif serta verifikasi kondisi ekonomi yang mendalam. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, menyentuh mahasiswa yang paling membutuhkan sekaligus memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan.

Dalam seremoni penyerahan beasiswa, perwakilan Uhamka menyampaikan harapan besarnya terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa beasiswa Sang Surya Lazismu tidak sekadar menjadi solusi finansial jangka pendek, melainkan juga diharapkan mampu menjadi sumber motivasi yang kuat bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi mereka dengan optimal.

Lebih dari itu, para penerima beasiswa diharapkan mampu memanfaatkan dukungan ini secara maksimal. Dengan berkurangnya beban biaya pendidikan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk fokus pada pengembangan akademik, peningkatan keterampilan, serta penguatan karakter diri sebagai bagian dari proses pembentukan insan yang berdaya saing.

Salah satu mahasiswa penerima beasiswa mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan yang diterimanya. Baginya, beasiswa ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi dorongan moral yang besar bagi dirinya dan keluarga untuk terus berjuang meraih cita-cita. Pengalaman ini mencerminkan bahwa program beasiswa tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan semangat juang para penerimanya.

Continue Reading

News

Idul Adha Sebagai Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Abadi

Dari peristiwa tersebut, Idul Adha mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan kepasrahan diri kepada kehendak Ilahi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Idul Adha, salah satu hari raya besar umat Islam, dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Perayaan ini menjadi momen penting tidak hanya karena jutaan umat Islam di seluruh dunia menunaikan ibadah kurban, tetapi juga menandai puncak pelaksanaan ibadah haji di Makkah. Setiap tahun, Muslim dari berbagai negara berkumpul untuk memenuhi rukun Islam kelima ini.

Bagi mereka yang tidak berkesempatan menunaikan ibadah haji, kurban menjadi wujud ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Amalan ini berakar kuat pada kisah agung Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang menjadi fondasi utama dalam memahami makna terdalam perayaan tersebut.

Kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, menjadi inti dari nilai pengorbanan ini. Setelah menerima mimpi serupa hingga tiga kali, Nabi Ibrahim meyakini bahwa itu adalah perintah langsung dari Allah SWT. Nabi Ismail, dengan keteguhan iman yang luar biasa, tanpa ragu meminta ayahnya untuk melaksanakan perintah ilahi tersebut.

Namun, sebelum penyembelihan terlaksana, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi bentuk penghargaan atas keikhlasan dan kepasrahan total Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dari peristiwa tersebut, Idul Adha mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan kepasrahan diri kepada kehendak Ilahi.

Sejak saat itu, ibadah kurban ditetapkan dan dirayakan setiap Hari Raya Idul Adha, yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Pelaksanaan kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan wujud ketundukan hati yang mendalam.

Menurut penjelasan yang diberikan Nahdlatul Ulama, hewan kurban akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang menyembelihnya di hari kiamat. Selain itu, ibadah kurban juga menanamkan rasa empati dan keikhlasan sosial, karena dua pertiga dari daging kurban didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Continue Reading

News

War Tiket Antara Solusi dan Ketimpangan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Wacana penerapan sistem “war tiket haji” oleh pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menuai polemik di tengah masyarakat. Kebijakan ini digagas sebagai solusi atas panjangnya antrean haji di Indonesia, namun memicu kekhawatiran serius terkait aspek keadilan bagi jemaah yang telah lama menanti giliran keberangkatan.

Meski disebut berpotensi membuka akses percepatan keberangkatan, sistem ini justru dipersepsikan sebagai bentuk persaingan tak sehat. Istilah “war tiket haji” sendiri bukanlah regulasi resmi, melainkan populer di masyarakat untuk menggambarkan kompetisi memperebutkan kuota haji yang terbatas.

Menurut Rahmad Salahuddin TP SAg MPdI, seorang dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PAI Umsida), “Istilah war tiket haji populer di masyarakat untuk menggambarkan persaingan mendapatkan kuota haji yang terbatas sehingga menimbulkan antrean panjang.”

Rahmad juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memperparah ketidakseimbangan daftar tunggu antar daerah. Ini disebabkan oleh tingginya permintaan di beberapa wilayah dibandingkan dengan ketersediaan kuota.

“Di provinsi padat muslim antrean bisa mencapai 20–40 tahun, sedangkan di daerah minoritas lebih cepat,” ujarnya, menyoroti disparitas waktu tunggu yang signifikan.

Selain itu, keberadaan kuota haji khusus yang menjanjikan akses lebih cepat dikhawatirkan dapat menciptakan sistem ganda yang tidak adil. Rahmad menambahkan, “Di sisi lain, kuota haji khusus yang memberi akses lebih cepat bagi jamaah mampu menimbulkan dual system inequality yang bertentangan dengan prinsip kesetaraan ibadah.”

Continue Reading

News

War Tiket Haji Digagas, Solusi Antrean Panjang atau Sekadar Wacana?

Gagasan war tiket haji muncul sebagai alternatif atasi antrean haji. Sistemnya akan diatur pemerintah untuk memangkas waktu tunggu, bukan seperti pasar bebas.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Antrean haji yang kian mengular seolah tak pernah benar-benar menemukan ujungnya. Di tengah kegelisahan itu, sebuah gagasan baru muncul ke permukaan—war tiket haji, sebuah konsep yang mulai diperbincangkan sebagai jalan alternatif untuk memecah kebuntuan daftar tunggu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, Kamaludin, melihat wacana ini layak disambut dengan pikiran terbuka. Baginya, ide tersebut bukan sekadar sensasi kebijakan, melainkan potensi solusi yang bisa memberi napas baru bagi mereka yang terlalu lama menunggu giliran berangkat.

Namun, ia menegaskan, konsep ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah bersama DPR disebut akan menjadi aktor utama dalam merancang mekanisme yang tidak liar, tidak pula tanpa kendali.

“Jika diterapkan, sistemnya akan diatur pemerintah dan DPR, bukan seperti pasar bebas,” ujarnya, Jum’at, 17 April 2026.

Pernyataan itu seolah menjadi garis batas yang jelas: bahwa “war” yang dimaksud bukanlah perebutan tanpa aturan, melainkan sistem yang tetap berpijak pada regulasi. Dalam bayangan Kamaludin, skema ini justru dirancang untuk tetap tertib, terukur, dan tidak mengganggu ekosistem haji yang sudah berjalan selama ini.

Ia juga memastikan, mekanisme baru ini tidak akan menyentuh kuota yang sudah ada—baik kuota haji reguler, tambahan, maupun khusus. Artinya, wacana ini berdiri sebagai jalur alternatif, bukan menggantikan sistem yang telah mapan.

Harapannya sederhana, namun krusial: memangkas waktu tunggu yang selama ini terasa terlalu panjang, terutama di wilayah Kalimantan Barat.

Di sisi lain, kehati-hatian tetap terasa. Kepala Kemenhaj Kota Pontianak, Muslimin, memilih untuk belum banyak bersuara. Baginya, berbicara terlalu jauh tanpa kejelasan sistem justru bisa menimbulkan tafsir yang beragam di masyarakat.

“Kalau sistemnya sudah jelas, tentu akan kami sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Di titik ini, wacana war tiket haji masih berdiri sebagai kemungkinan—belum menjadi kepastian. Namun, satu hal yang mulai terasa: ada upaya untuk mencari jalan keluar, di tengah antrean panjang yang selama ini hanya bisa ditunggu, tanpa banyak pilihan.

Continue Reading

News

PWU Leads Global University Collaboration in Digital Era

Discover how PWU is leading global university collaboration in the digital era, fostering innovation and sustainable partnerships through key international conferences.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – International collaboration across universities is essential in addressing the challenges of the fast-paced digital era. This was emphasized by the Chancellor of Philippine Women’s University, Prof. Felina C. Young, during her opening remarks at the International Conference & Doctoral Research Presentation themed “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era,” at the State University of Jakarta/ Universitas Negeri Jakarta (UNJ), April 16–17, 2026.

In her speech, Prof. Felina highlighted the importance of educational cooperation among countries, particularly in Southeast Asia. According to her, geographical proximity must be matched by strong academic and research collaboration. “As neighboring countries, we need to move quickly and collaborate, especially in responding to the demands of the digital era,” she stated.

The conference was organized in collaboration with the Faculty of Social Sciences and Law UNJ, marked the launch of the First International Conference on Global Social and Business (ICGSB). The hybrid event brought together a wide range of stakeholders, including doctoral students, academics, researchers, industry practitioners, as well as government and research institution representatives from various countries.

The forum served as a strategic platform to discuss global social and business transformations increasingly shaped by digital technological acceleration. Prof. Felina also expressed her appreciation to the Rector of Universitas Negeri Jakarta, Prof. Komarudin, and the Dean of FISH UNJ, Dr. Firdaus Wajdi, for their strong support in organizing the international conference.

In addition, the presence of the Cultural and Educational Attaché of the Embassy of the Philippines in Jakarta further strengthened the dimension of educational diplomacy between Indonesia and the Philippines. This was seen as a concrete step toward expanding international networks, particularly in student exchange and joint research initiatives.

Prof. Felina noted that the success of the two-day event was also driven by the collective work of a multidisciplinary organizing committee. She specifically mentioned several key contributors, including Javerson Simamora, Nur Fajrina, Patricia Rani Rumondang, Allyya Saputra, dr. Irwanto, Maeyer Beni Panahatan, Muhammad Al Ikhsan Nur, dr. Yusuf Gunawan, Pristanto Ria Irawan, Dina Ediana, Joelianti Dwi Supraptiningsih, Yopie Alfiani, Ja’far Amiruddin, Heryanti Utami, Nugroho Ridhwan, Major General TNI Kristomei Sianturi, Ganjar Garibaldi, and Yanta.

“This collaboration requires energy and a strong spirit of togetherness. This hybrid event involved multiple stakeholders across sectors and countries,” she emphasized.

Support also came from several partner universities, including Universitas Insan Pembangunan Indonesia, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, and Universitas Muhammadiyah Cirebon, which helped strengthen the academic network of the conference.

Furthermore, Prof. Felina explained that Philippine Women’s University is the first women’s university in Asia established by Asians, yet it has long opened its doors to male students. This reflects its commitment to inclusive education beyond gender boundaries.

PWU also actively builds global partnerships with universities in South Korea, Japan, the United States, and ASEAN countries. With strong program accreditation particularly in health sciences and hospitality management its graduates are highly competitive in the international job market.

Through the inaugural ICGSB, the organizers hope the conference will continue in the future and serve as a strategic platform for promoting sustainable international collaboration in social and business fields.

Continue Reading

News

Mahasiswa S3 PWU Indonesia Gelar ICGSB 2026, Perkuat Kolaborasi Global di Era Transformasi Digital

ICGSB 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi global untuk membahas inovasi, keberlanjutan, dan kepemimpinan di era digital. Konferensi ini menjadi panggung penting bagi riset doktoral internasional.

Natsir Amir

Published

on

Mahasiswa S3  Philippine Women’s University (PWU) Indonesia menggelar International Conference & Doctoral Research Presentationbertajuk “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era” pada Kamis–Jumat, 16–17 April 2026.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) dan menjadi momentum penting lahirnya The First International Conference on Global Social and Business (ICGSB).

Konferensi internasional yang berlangsung secara hybrid ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari mahasiswa doktoral, akademisi, peneliti, praktisi industri, hingga perwakilan pemerintah dan institusi riset dari dalam dan luar negeri. Forum ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk membahas transformasi sosial dan bisnis global yang kian dipengaruhi oleh akselerasi teknologi digital.

Ketua panitia, Dewiana Novitasari, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rektor PWU, Prof Felina C. Young, beserta delegasi dari Manila yang turut berinteraksi langsung dengan mahasiswa S3 PWU dan para alumni di Jakarta. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof Komarudin, serta Dekan FISH UNJ, Dr Firdaus Wajdi, atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya konferensi ini.

Tak hanya itu, Novitasari juga mengapresiasi kehadiran Atase Budaya dan Pendidikan Kedutaan Besar Filipina di Jakarta yang turut menghadiri konferensi tersebut. Kehadiran perwakilan diplomatik ini dinilai memperkuat dimensi kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Filipina.

Menurut Novitasari, keberhasilan kegiatan selama dua hari tersebut tidak lepas dari kerja kolektif tim panitia yang solid dan lintas disiplin. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi ini didukung oleh sejumlah nama, di antaranya Javerson Simamora, ST, SH, MBA, M.Th, MH, CAVP, C.Med, MAPPI (Cert.); Nur Fajrina, S.Si., M.Sc.; Ns. Patricia Rani Rumondang, MAN., FISQua., CPS., CHAE., CHCEE., CHMEE; Allyya Saputra, SE., S.Pd., MM; dr. Irwanto, M.M.; Ir. Maeyer Beni Panahatan, S.T., M.M.; Muhammad Al Ikhsan Nur, S.E., M.Si.; dr. Yusuf Gunawan, MKes., MMKes., SpAk., AIFO-K., CH., CHt., CIPM; Pristanto Ria Irawan, S.E., S.Sos., M.M.; Dina Ediana, S.Kom., M.Kom; Joelianti Dwi Supraptiningsih, S.Pd., MM., M.Th.; Yopie Alfiani, SE., MSA; Dr. Ir. Ja’far Amiruddin, ST., MT; Heryanti Utami, S.ST.Par., M.M.Par; Nugroho Ridhwan, A.Md., S.T., M.M.; Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han.); Ganjar Garibaldi, SE., MSi., CHA., CHCP., CHCM.; serta Yanta, S.H., M.M.

“Saya perlu menyebutkan nama-nama mereka karena kolaborasi ini membutuhkan energi dan semangat kebersamaan. Acara hybrid ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor dan lintas negara. Terima kasih kepada seluruh rekan yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Selain itu, Novitasari juga mengapresiasi dukungan dari sejumlah mitra perguruan tinggi, seperti Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Universitas Ibnu Khaldun Bogor, serta Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang turut memperkuat jejaring akademik dalam konferensi ini.

Kehadiran peserta dari beragam latar belakang dinilai mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam merespons dinamika global. Isu-isu yang diangkat dalam konferensi ini mencakup inovasi, keberlanjutan, serta kepemimpinan strategis di era digital yang terus berkembang.

Tak hanya menjadi forum diskusi ilmiah, konferensi ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk memperkenalkan peran Condrado Benitez Institute for Business Education (CBIBE) di Manila dalam mengembangkan pendidikan bisnis berbasis global. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara dunia akademik dan praktik industri dalam menghadapi tantangan transformasi sosial dan ekonomi di tingkat global.

Dengan terselenggaranya ICGSB perdana ini, para penyelenggara berharap forum serupa dapat terus berlanjut dan menjadi platform strategis dalam mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan di bidang sosial dan bisnis.

Continue Reading

News

Iran Tetapkan 4 Syarat Kapal Melintas Selat Hormuz di Tengah Gencatan Senjata

Iran menetapkan empat syarat ketat bagi kapal yang melintas Selat Hormuz selama gencatan senjata. Pahami aturan terbaru yang wajib dipatuhi.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menetapkan sejumlah syarat ketat bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz selama masa gencatan senjata berlangsung.

Aturan ini diumumkan setelah Iran menyatakan membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari.

Berdasarkan laporan media Iran, terdapat empat ketentuan utama yang harus dipatuhi kapal-kapal yang melintas. Pertama, kapal sipil hanya diperbolehkan melewati jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Iran. Kedua, kapal militer tetap dilarang melintas di Selat Hormuz.

Ketiga, setiap pergerakan kapal wajib mendapatkan izin dari Angkatan Laut IRGC. Keempat, seluruh aktivitas pelayaran harus mengikuti ketentuan masa tenang sesuai kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.

Sebelumnya, kesepakatan pembukaan Selat Hormuz merupakan bagian dari negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan. Dalam kesepakatan awal, Iran sempat mengizinkan sejumlah kapal melintas setiap hari.

Namun, implementasi kesepakatan sempat terganggu akibat belum sepenuhnya terlaksananya gencatan senjata di Lebanon, termasuk keterlibatan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Situasi kembali memanas setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah pembukaan. Penutupan ini dipicu tuduhan terhadap Amerika Serikat yang dinilai masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu menutup kembali Selat Hormuz jika tekanan tersebut terus berlanjut.

Ia menekankan bahwa akses pelayaran di jalur vital tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan izin dari pemerintah Iran.

Ketegangan di kawasan ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi sorotan global, mengingat perannya sebagai salah satu jalur utama distribusi energi dunia.

Continue Reading

News

Pastikan Stok Aman, Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang

Inspeksi Prabowo ke gudang Bulog Magelang menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan nasional demi memenuhi kebutuhan rakyat.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak langsung ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia pada Sabtu (18/04/2026). Inspeksi ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional. 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan beras di daerah.

“Bapak Presiden tadi mendadak menanyakan ingin melihat gudang bulog di Magelang atau di Yogyakarta sekembalinya dari acara pimpinan DPRD,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Kompleks Gudang Bulog Danurejo ini terdiri dari 2 unit bangunan dengan total kapasitas 7.000 ton, dan saat ini terisi penuh. Ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan di Kota dan Kabupaten Magelang.

“Bapak Presiden juga menekankan bahwa selain ketersediaan, kualitas beras harus terus dijaga, serta distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Seskab.

Inspeksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” tutup Seskab

Continue Reading

News

Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Prof Haedar: Bukan Individu

Prof. Haedar Nashir menekankan pentingnya Muhammadiyah sebagai organisasi kesatuan untuk konsolidasi amal usaha. Konsolidasi di Jatim menjadi contoh penguatan gerakan secara masif.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir tekankan sifat Persyarikatan sebagai kesatuan, bukan federasi dalam menggerakkan dan memajukan amal usaha.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir pada Sabtu (18/4) dalam Halal Bihalal Muhammadiyah Jawa Timur 1447 H di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, di Surabaya.

Sifat Muhammadiyah yang bersyirkah, katanya, menjadi distingsi Muhammadiyah dengan gerakan maupun ormas Islam yang lain. Hal ini menurutnya yang juga sulit ditiru oleh organisasi lain.

“Jadi Muhammad ini organisasi yang wataknya adalah kesatuan. Seperti negara NKRI juga ini paralel. Maka dengan sistem perserikatan kita itu meniscayakan kohesivitas yang kuat, baik antara warga-warga kita, sebagai aktor maupun perlembagaan bagai sistem,” ungkapnya.

Haedar Nashir juga mengapresiasi langkah strategis PWM Jatim untuk mengonsolidasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Langkah menjadi berarti sebab mampu menggerakkan dan menghidupkan gerakan Muhammadiyah merata di Jatim.

Meski demikian, langkah konsolidasi yang diambil ini memiliki tantangan. Namun Haedar percaya PWM Jatim mampu membuktikan, bahwa dengan konsolidasi akan membawa gerakan ini semakin masif dan merata di banyak tempat.

“Jadi coba, harus ada keberanian dari setiap Direktur Rumah Sakit untuk melepas kepentingan-kepentingan masing-masing demi kepentingan persyarikatan,….. Dampaknya dahsyat nanti. Bukan hanya Jawa Timur nanti, nasional. Bukan hanya Sepanjang, tapi se-Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWM Jatim, Sukadiono menjelaskan, konsolidasi potensi AUM sudah dilakukan PWM Jatim, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Di Jatim, konsolidasi dilakukan dengan inovatif dan imajinatif untuk maju.

“Saya melihat banyak PDM alhamdulillah dengan mimpi-mimpi besarnya sudah bisa memulai untuk membangun amal usaha khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Pihaknya mendorong, PDM yang sudah memiliki AUM Kesehatan maju untuk mendampingi daerah lain. Sehingga terjadi akselerasi pembangunan di daerah tersebut, serta memberi manfaat kepada masyarakat semakin banyak.

“Jadi ini artinya sebenarnya ada dari amal usaha bidang kesehatan rumah sakit yang siap sebenarnya untuk ekspansi ke daerah-daerah yang mungkin selama ini belum punya amal usaha bidang kesehatan,” katanya.

Turut hadir di acara ini Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Penasehat Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, seluruh PDM se Jatim, dan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah Jawa Timur.

Continue Reading

News

Prof Haedar Nashir Tancap Gas di Surabaya, Enam AUM PCM Gubeng Diresmikan

Prof. Haedar Nashir meresmikan enam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Gubeng di Surabaya, menekankan pentingnya sinergi dan komitmen dalam pengembangan AUM.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir resmikan peremajaan gedung enam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng, Kota Surabaya.

Keenam AUM yang diresmikan pada (18/4) ini antara lain MI Muhammadiyah 5 Surabaya, SMP Muhammadiyah 3 Jojoran Surabaya, Masjid Muhammadiyah Al Muhajirin, Masjid Baiturrahman Gubeng, Gedung Dakwah PC ‘Aisyiyah Gubeng, dan TK ABA 32 Surabaya.

Apresiasi diberikan Haedar kepada PCM Gubeng. Berbagai capain yang dilihat hari ini tidak datang tiba-tiba, melainkan energi bersambung sejak perintis organisasi ini memulai gerakan amal salih dengan aksi nyata.

Gerakan amal salih yang dilakukan warga Muhammadiyah tak cukup hanya ada, tapi bersambung dan menjadi yang terbaik. Warga Muhammadiyah adalah umat yang spesial karena memikul amanah mulia untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

“Mengajak kepada hal-hal yang ma’ruf dengan mendirikan sekolah, rumah sakit, menjaga lingkungan. Serta mencegah kemungkaran dengan cara dakwah,” katanya.

Haedar menjelaskan, cara dakwah yang dimaksud itu berangkat dari pemahaman surat An Nahl ayat 125. Sehingga, warga Muhammadiyah tidak boleh diam ketika ada AUM yang mangkrak atau tidak jalan menjadi aktif dan maju.

Membangun AUM menurutnya memiliki kisah dan proses sendiri-sendiri, tidak ada yang instan. Semua AUM tidak langsung jadi besar. Maka diharapkan kepada seluruh PCM untuk memiliki komitmen dan konsistensi dalam membangun.

Tak lupa, Haedar juga berpesan kepada guru-guru Muhammadiyah– termasuk orang tua untuk menjaga anak-anak generasi penerus yang saat ini memiliki banyak tantangan, terlebih adanya media sosial.

“Di tangan guru itu, masa depan anak ada kita. Tapi orang tua juga harus hadir, jangan ada masalah lalu melempar tanggung jawab ke guru, tanpa melakukan introspeksi,“ imbuhnya.

Haedar berpesan, dalam membangun generasi unggul tidak bisa dilakukan sendiri oleh institusi pendidikan formal, melainkan harus dilakukan secara sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Jejak Muhammadiyah Gubeng: Dari Numpang jadi Cabang Terdepan

Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sukadiono menceritakan punya kenangan khusus dengan PCM Gubeng. Cabang ini jadi tempat awal dirinya menginjakkan kaki dan mengabaikan diri di Muhammadiyah Surabaya.

“Saya juga pernah menjadi anggota PCM Gubeng sejak 1995 sampai tahun 2000, saya pernah menjadi bendahara PCM,” ungkapnya.

Dirinya mengapresiasi segala capaian yang berhasil diraih PCM Gubeng saat ini. Dia melihat banyak akselerasi kemajuan yang dilakukan AUM pendidikan di PCM Gubeng.

Salah capaian membanggakan adalah MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang awalnya berdiri di atas lahan sewa dan menumpang. Kini telah memiliki aset tersendiri di tengah-tengah Kota Surabaya, dan menjadi sekolah unggulan.

Tak hanya itu, perkembangan menggembirakan juga terjadi di masjid-masjid Muhammadiyah PCM Gubeng. Berbagai masjid di bawa PCM Gubeng ini menjadi penjaga semangat Bermuhammadiyah warga Kota Surabaya.

“Saya senang atas perkembangannya yang luar biasa. Saya berpesan supaya jangan berpuas meski Amal Usahanya sudah sangat banyak,” kata Sukadiono.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News19 minutes ago

Beasiswa Pendidikan Memberi Kail Mendorong Kemandirian

News36 minutes ago

Seksualitas dalam Islam Klasik Perspektif Abad Pertengahan

News40 minutes ago

Idul Adha Sebagai Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Abadi

News46 minutes ago

War Tiket Antara Solusi dan Ketimpangan

LakeyBanget8 hours ago

Harga LPG 12 kg Naik Tajam Jadi Segini

LakeyBanget9 hours ago

Messi Cetak Gol Spektakuler Bikin Suporter Lawan Berdecak Kagum

LakeyBanget9 hours ago

Rossa Laporkan 78 Akun Medsos, Kasus Apa?

News18 hours ago

War Tiket Haji Digagas, Solusi Antrean Panjang atau Sekadar Wacana?

LakeyBanget21 hours ago

Kemala Run 2026 Cetak Rekor, Sport Tourism Berbasis Kemanusiaan

LakeyBanget22 hours ago

Rayakan 10 Tahun Kesuksesan “Dia”, Anji Rilis Lagu Baru

LakeyBanget22 hours ago

Bersinar di Yamaha Cup Race 2026, Ini Harapan Eca Sabana

LakeyBanget23 hours ago

Unai Marrero Sang Pahlawan, Real Sociedad Juara Copa del Rey

News1 day ago

PWU Leads Global University Collaboration in Digital Era

News1 day ago

Mahasiswa S3 PWU Indonesia Gelar ICGSB 2026, Perkuat Kolaborasi Global di Era Transformasi Digital

News1 day ago

Iran Tetapkan 4 Syarat Kapal Melintas Selat Hormuz di Tengah Gencatan Senjata

News1 day ago

Pastikan Stok Aman, Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang

LakeyBanget1 day ago

Laga Hidup Mati Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-17 2026

News1 day ago

Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Prof Haedar: Bukan Individu

News1 day ago

Prof Haedar Nashir Tancap Gas di Surabaya, Enam AUM PCM Gubeng Diresmikan

LakeyBanget2 days ago

Real Madrid Ogah Beri Guard of Honour ke Barcelona, Kenapa?

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.